Indonesia dan Qatar Perkuat Kemitraan Pertahanan dan Militer
- https://www.kemhan.go.id/2026/06/01/menhan-sjafrie-dampingi-presiden-prabowo-terima-kunjungan-wakil-pm-qatar-di-istana-merdeka.html
Jakarta, VIVA Mindset – Kunjungan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Negara Urusan Pertahanan Qatar, Sheikh Saoud bin Abdulrahman bin Hassan bin Ali Al Thani ke Istana Merdeka, Jakarta pada Senin, 1 Juni 2026 menjadi kunjungan resmi perkuat kemitraan pertahanan dan militer dengan Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto di dampingi Menhan RI, Sjafrie Sjamsoeddin menyambut baik kedatangan wakil PM Qatar ke Indonesia dengan menyampaikan pesan khusus dari Emir Qatar dalam memperkuat hubungan bilateral.
Sebagai informasi, pada April 2025 lalu Presiden RI Prabowo Subianto dan Emir Qatar telah sepakat untuk kerja sama dengan ditandai adanya penandatanganan MoU yang bertajuk ‘Memorandum Saling Pengertian tentang Dialog Strategis antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Negara Qatar’.
Dalam pertemuannya di Jakarta kali ini menjadi momen yang berkaitan dengan tindak lanjut kerja sama antara Indonesia dan Qatar.
Kerja sama tersebut berkenaan dengan berbagai bidang strategis seperti, politik dalam isu internasional dan regional, pertahanan dan keamanan, kontraterorisme, ekonomi, pertukaran budaya, serta penguatan hubungan antar masyarakat.
Selain itu, khusus dalam sektor pertahanan dan keamanan, kerja sama Indonesia dan Qatar terus diperkuat dengan ditandatanganinya statement of intent oleh Menhan RI, Sjafrie Sjamsoeddin bersama Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Negara Urusan Pertahanan Qatar, Sheikh Saoud bin Abdulrahman bin Hassan bin Ali Al Thani.
Pelaksanaan penandatanganan statement of intent berlangsung di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta pada Selasa, 2 Juni 2026.
“Penandatanganan ini tindak lanjut dari letter of intent yang sudah ditandatangani pada tahun 2021 yang lalu,” jelas Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026, mengutip Antara News.
Dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman tersebut, Indonesia dan Qatar semakin optimis dan terus berkolaborasi dalam pengembangan industri pertahanan dan militer dengan lebih terbuka dan terstruktur.
“Penandatanganan ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat hubungan pertahanan kedua negara agar semakin terstruktur, saling menguntungkan, dan dapat diimplementasikan dalam program-program kerja sama yang lebih nyata,” jelas Brigjen TNI Rico Ricardo.
Dalam industri pertahanan, sebetulnya Indonesia dan Qatar masih dalam model kerja sama spesifik yang nantinya belum bisa ditentukan antara pengembangan alutsista atau pembelian.
“Jadi, (kerja sama bidang industri pertahanan) sifatnya masih umum, namun akan diadakan kerja sama di bidang industri pertahanan,” terangnya.
Namun, melalui kunjungan bilateral kali ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kemitraan strategis yang nantinya dapat berkontribusi dalam menciptakan stabilitas dan keamanan kawasan.
Brigjen TNI Rico Ricardo pun menyebut melalui kerja sama Indonesia dan Qatar ini membuka jalan dalam hal peningkatan kemitraan dengan keuntungan yang signifikan seperti, pertukaran personel, latihan bersama, hingga program pendidikan militer.
Karena pertemuan yang dilaksanakan secara tertutup, hingga kini model kerja sama spesifik tersebut masih belum ada rincian tentang potensi kesepakatan khususnya dalam pengadaan pertahanan.
Namun, pertemuan ini menegaskan Indonesia dan Qatar akan melakukan kerja sama di ‘bidang industri pertahanan’.
Melalui pertemuan intensif Qatar ke Indonesia menjadi cermin dari kegiatan diplomasi pertahanan aktif untuk berkontribusi dalam menjaga perdamaian, stabilitas kawasan, dan keamanan regional di kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah.
Momentum ini diharapkan menjadi upaya dalam memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara dunia, di tengah situasi global yang semakin kompleks.