Kabar Baik untuk Pecinta Kucing, Ilmuwan Jepang Kembangkan Terapi Penyakit Ginjal Kronis

Ilustrasi seorang wanita dengan seekor anak kucing.
Sumber :
  • https://www.pexels.com/photo/smiling-woman-sleeping-with-kitten-16450163/

Jepang, VIVA Mindset –Kabar menggembirakan datang bagi para pencinta kucing di seluruh dunia.

img_title Jay B Bawakan I Won't Let You Go di Konser Tokyo, Bangkitkan Nostalgia Single Jepang Got7 yang Underrated

Seorang ilmuwan asal Jepang tengah mengembangkan terapi inovatif yang diyakini dapat membantu mengatasi penyakit ginjal kronis pada kucing, salah satu penyebab kematian paling umum pada hewan peliharaan tersebut.

Dilansir dari Japan Times, penelitian ini dipimpin oleh Dr. Toru Miyazaki dari Universitas Tokyo.

img_title Bandara Pokémon Pertama di Dunia Resmi Hadir di Jepang Mulai Juli 2026

Ia mengembangkan terapi berbasis protein bernama AIM (Apoptosis Inhibitor of Macrophage), yang selama beberapa tahun terakhir menjadi sorotan dunia medis veteriner.

Penyakit ginjal kronis atau chronic kidney disease (CKD) merupakan kondisi yang sangat umum pada kucing, terutama ketika memasuki usia lanjut.

img_title Mengapa Anak-anak di Negeri Sakura Tumbuh Mandiri dan Penuh Empati?

Penyakit ini menyebabkan fungsi ginjal menurun secara perlahan dan sering kali sulit dideteksi sejak awal.

Banyak kucing akhirnya mengalami penurunan kualitas hidup akibat kehilangan nafsu makan, dehidrasi, muntah, hingga penurunan berat badan yang drastis.

Cara Kerja Terapi AIM

Menurut laporan Greycoat Research, protein AIM sebenarnya secara alami terdapat di tubuh mamalia dan berfungsi membantu membersihkan sel-sel rusak atau limbah dalam tubuh.

Namun, pada kucing, protein AIM memiliki karakteristik berbeda dibandingkan dengan mamalia lain.

Dalam kondisi normal, AIM pada manusia atau tikus dapat aktif membantu membersihkan penyumbatan di ginjal saat organ tersebut mengalami kerusakan.

Sementara pada kucing, protein AIM cenderung “menempel” pada molekul lain di darah sehingga tidak dapat bekerja secara optimal ketika ginjal bermasalah.

Dr. Miyazaki dan timnya kemudian mengembangkan terapi khusus untuk “mengaktifkan” kembali fungsi AIM pada kucing agar mampu membantu membersihkan sumbatan di ginjal dan memperlambat kerusakan organ tersebut.

Terapi ini disebut berpotensi menjadi terobosan besar di dunia kesehatan hewan karena saat ini pengobatan CKD pada kucing umumnya hanya berfokus pada memperlambat perkembangan penyakit, bukan benar-benar memperbaiki fungsi ginjal.

Ditargetkan Tersedia pada 2027

Dilansir dari Japan Times, terapi AIM saat ini masih berada dalam tahap pengembangan dan pengujian lanjutan.

Namun, Dr. Miyazaki menargetkan pengobatan tersebut dapat tersedia secara luas mulai tahun 2027 apabila seluruh proses penelitian dan regulasi berjalan lancar.

Halaman Selanjutnya
img_title