Transformasi Teknologi Arhanud TNI AD dari Target Drone hingga Simulator

Transformasi Teknologi Arhanud TNI AD
Sumber :
  • ttps://pussenarhanud.mil.id/inovasi-pussenarhanud-tahun-2025-tampil-dalam-display-hasil-inovasi-dan-litbang-swadaya-balakpus-tni-ad/

Jakarta, VIVA Mindset – Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud) TNI AD berinovasi dalam memperkuat alat utama sistem persenjataan (Alutsista) untuk mencapai kemandirian industri pertahanan dalam negeri serta efisiensi anggaran latihan melalui penelitian dan pengembangan (Litbang) swadaya.

img_title Ledakan Gudang Amunisi TNI AD di Madiun, Desakan Evaluasi dari DPR hingga Bentuk Tim Investigasi Khusus

Pada tahun 2025, terdapat tiga inovasi strategis hasil pengembangan swadaya, yaitu Simulator Mistral Atlas, Target Drone Arhanud, dan Catapult MR-117.

Dilansir dari keterangan Pussenarhanud, Rabu, 8 April, 2026, “Ketiga inovasi ini menjadi wujud nyata komitmen Pussenarhanud dalam mendukung modernisasi Alutsista serta peningkatan kemampuan latihan satuan Arhanud secara mandiri, efektif, dan efisien.”

img_title TNI AD Siapkan Kompi Produksi untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Mistral Atlas menjadi salah satu Alutsista tercanggih saat ini yang dimiliki Arhanud. Dalam pengoperasiannya, rudal ini ditampilkan berupa Simulator Mistral Atlas yang dalam  pengembangannya dengan mengintegrasikan teknologi perangkat lunak terkini hingga mampu mereplikasi panel kontrol, mekanisme pembidikan, serta respon sensor rudal secara virtual.

Penggunaan Simulator Mistral Atlas menjadi solusi dalam pengalaman latihan yang lebih realistis dengan biaya jauh lebih rendah dibandingkan simulator impor. Simulator Mistral Atlas dilengkapi dengan visualisasi grafis 3D, sistem intercom, weapon terminal, serta efek fitur thermal camera berbasis virtual reality.

img_title Menhan Sjafrie Sebut Tugas Baru TNI AD Urus Padi-Jagung dan TNI AL Kelola Kedelai

Inovasi paling menonjol lainnya dalam Display Inovasi dan Litbang Swadaya Balakpus TNI AD adalah Target Drone Arhanud. Inovasi ini dirancang untuk menstimulasikan karakteristik terbang pesawat musuh atau drone penyusup dan menjadi solusi latihan tembak untuk tidak bergantung pada produk luar negeri.

Penggunaan material lokal dan rancang bangun mandiri memungkinkan TNI AD melakukan latihan rutin dengan biaya yang jauh lebih terjangkau dengan melatih akurasi tembakan meriam maupun rudal dalam kondisi mendekati medan tempur sebenarnya.

Spesifikasi teknis yang memenuhi standar operasional Arhanud TNI AD, menjadikan drone ini mampu terbang dengan kecepatan tinggi, memiliki daya tahan yang memadai, serta menggunakan sistem peluncuran catapult dan pendaratan parasut.

Melengkapi kedua inovasi tersebut, Arhanud TNI AD juga mengembangkan Catapult MR-117 sebagai sistem peluncur drone yang lebih ringan, portabel, dan mudah dimobilisasi dengan mekanisme peluncuran berbasis slingshot rubber yang mendukung operasional drone secara optimal untuk berbagai medan sekaligus efisiensi biaya pengadaan.

Pameran hasil inovasi Pussenarhanud tahun 2025 ini menjadi langkah TNI AD untuk memiliki sumber daya manusia yang mampu bersaing dalam bidang teknologi militer serta berdampak strategis terhadap kemandirian Alutsista, efisiensi anggaran, dan peningkatan moril personelnya dalam meningkatkan kepercayaan diri saat mengoperasikan senjata asli di medan perang.

“Banyak hal yang bisa kita kerjakan, mudah-mudahan dalam beberapa tahun kedepan, Fasilitas latihan, metode latihan di upgrade bagaimana sistem latihannya, kemampuan, dan kesejahteraan anggota,” kata Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc, dalam peninjauan, Kamis, 22 Januari 2026, mengutip laman resmi TNI AD.

Inovasi lain yakni dalam penggunaan drone intai khusus dengan dilengkapi kamera thermal dan sensor deteksi dini. Bagi satuan Arhanud drone ini digunakan dalam memantau pergerakan musuh dibalik area yang sulit dijangkau oleh radar darat konvensional. Sehingga sangat penting dalam melindungi objek vital nasional dari serangan mendadak.

Dengan adanya digitalisasi, sistem menjadi lebih cepat dan presisi hingga siap menghadapi musuh dalam menghadapi ancaman serangan udara yang datang secara simultan atau serentak.

Inovasi seperti Simulator Mistral Atlas, Target Drone Arhanud, dan Catapult MR-117 menjadi bukti nyata dalam mencapai profesionalisme militer berkelas dunia dari perpaduan keberanian personelnya dan teknologi hasil karya anak bangsa yang siap menjaga wilayah udara indonesia dari segala bentuk ancaman modern.