Mengapa Anak Sering Meniru Kata-Kata Kasar yang Didengarnya?

Orang tua mendampingi anak belajar menggunakan kata-kata yang baik.
Sumber :
  • https://www.pexels.com/id-id/foto/bekerja-berfungsi-berusaha-gadis-8489620/

Gaya Hidup, VIVA MindsetBanyak orang tua terkejut ketika mendengar anak tiba-tiba mengucapkan kata-kata kasar yang tidak pernah diajarkan di rumah. Padahal, anak bisa saja mendengar kata tersebut dari teman, televisi, media sosial, lingkungan sekitar, atau bahkan orang dewasa yang tidak sengaja mengucapkannya.

 

Kondisi ini sering membuat orang tua khawatir apakah perilaku tersebut merupakan tanda masalah dalam perkembangan anak. Faktanya, kebiasaan meniru kata-kata yang didengar merupakan bagian normal dari proses belajar bahasa, terutama pada anak usia dini.

 

Dilansir dari healthychildren.org, anak belajar berbicara dengan cara mengamati dan meniru ucapan orang-orang di sekitarnya. Mereka sering kali belum memahami makna sebenarnya dari kata yang diucapkan, tetapi tertarik mengulanginya karena terdengar baru atau memancing reaksi orang lain.

 

 

 

Anak Belajar Melalui Proses Meniru

 

Sejak usia dini, anak mempelajari bahasa melalui interaksi dengan lingkungan. Mereka tidak hanya meniru kata-kata yang baik, tetapi juga kata-kata yang dianggap menarik atau sering didengar.

 

Menurut healthychildren.org, kemampuan meniru merupakan bagian penting dari perkembangan bahasa anak. Melalui proses tersebut, anak belajar menambah kosakata, memahami cara berbicara, hingga mengenali pola komunikasi yang digunakan orang dewasa.

 

Karena itu, tidak mengherankan jika anak sesekali mengulang kata yang sebenarnya tidak pantas diucapkan.

 

 

 

Belum Memahami Arti Kata yang Diucapkan

 

Ketika mengucapkan kata-kata kasar, anak belum tentu memahami arti maupun dampaknya terhadap orang lain.

 

Dilansir dari raisingchildren.net.au, anak sering mengulang kata tertentu karena terdengar lucu, unik, atau pernah mendapatkan perhatian setelah mengucapkannya. Mereka belum sepenuhnya mengerti bahwa kata tersebut dapat menyinggung atau menyakiti perasaan orang lain. Hal ini menjadi alasan mengapa orang tua perlu memberikan penjelasan dengan bahasa yang sesuai usia anak.

 

 

 

Reaksi Orang Tua Bisa Membuat Anak Mengulanginya

 

Tanpa disadari, respons orang tua yang terlalu berlebihan dapat membuat anak semakin sering mengucapkan kata kasar tersebut.

 

Menurut zerotothree.org, anak senang mencoba melihat reaksi orang dewasa terhadap perilakunya. Jika setiap kali mengucapkan kata tertentu mereka mendapat perhatian besar, anak bisa terdorong untuk mengulanginya lagi karena menganggap hal tersebut menarik. Oleh sebab itu, orang tua disarankan tetap tenang ketika menghadapi situasi seperti ini.