Kenapa Anak Sering Mengamuk Saat Diminta Berhenti Bermain?

Anak dapat menunjukkan emosi ketika keinginannya tidak terpenuhi.
Sumber :
  • https://www.pexels.com/photo/unhappy-girl-in-white-shirt-with-arms-crossed-8489714/

Gaya Hidup, VIVA MindsetBanyak orang tua menghadapi situasi ketika anak tiba-tiba menangis, berteriak, atau marah saat diminta berhenti bermain. Kondisi ini sering terjadi ketika waktu bermain telah habis, saat harus makan, mandi, belajar, atau tidur.

Akibatnya, orang tua kerap menganggap anak keras kepala atau sengaja tidak mau menurut. Padahal, perilaku tersebut merupakan hal yang cukup umum pada anak usia dini.

Dilansir dari healthychildren.org, anak masih berada dalam tahap belajar mengelola emosi dan mengendalikan keinginannya. Berpindah dari aktivitas yang menyenangkan ke aktivitas lain bukanlah hal yang mudah bagi mereka.

 

Anak Belum Siap Mengakhiri Aktivitas yang Disukai

Bermain merupakan aktivitas yang sangat penting bagi perkembangan anak. Saat sedang asyik bermain, perhatian mereka biasanya terfokus sepenuhnya pada kegiatan tersebut.

Menurut healthychildren.org, anak usia dini masih kesulitan melakukan transisi dari satu aktivitas ke aktivitas lain. Ketika permainan dihentikan secara tiba-tiba, mereka dapat merasa kecewa atau frustrasi sehingga melampiaskannya melalui tangisan atau amukan.

Karena itu, reaksi tersebut tidak selalu berarti anak sengaja membangkang.

 

Kemampuan Mengatur Emosi Masih Berkembang

Bagian otak yang berperan dalam mengendalikan emosi dan membuat keputusan masih berkembang pada masa kanak-kanak.

Dilansir dari zerotothree.org, anak belum memiliki kemampuan yang matang untuk mengelola rasa kecewa atau frustrasi. Ketika keinginannya tidak terpenuhi, mereka lebih mudah menunjukkan emosi secara spontan dibandingkan orang dewasa.

Seiring bertambahnya usia dan pendampingan dari orang tua, kemampuan mengatur emosi ini akan berkembang secara bertahap.

 

Berikan Peringatan Sebelum Waktu Bermain Berakhir

Salah satu cara yang dapat membantu adalah memberi tahu anak beberapa menit sebelum waktu bermain selesai.

Menurut raisingchildren.net.au, pemberian peringatan, misalnya lima atau sepuluh menit sebelum berhenti bermain, membantu anak mempersiapkan diri menghadapi perubahan aktivitas. Dengan begitu, anak tidak merasa permainan dihentikan secara mendadak.

Cara sederhana ini sering kali membuat proses transisi menjadi lebih mudah.

 

Tetap Tenang Saat Anak Mengamuk

Ketika anak mulai menangis atau marah, usahakan orang tua tetap tenang. Membentak atau memarahi anak justru dapat memperburuk situasi.