Pemuda Uganda Harap Perubahan di Malam Pemilu
- https://www.aljazeera.com/news/2026/1/14/young-ugandans-hope-for-stability-opportunities-on-eve-of-election
Uganda, VIVA Mindset –Pemuda Uganda yang mayoritas di bawah 35 tahun berharap pemilu presiden Kamis, 15 Januari 2026, bawa stabilitas ekonomi dan peluang kerja, dengan ketegangan tinggi saat Presiden Yoweri Museveni usia 81 tahun incar jabatan ketujuh lawan musisi Bobi Wine di tengah tuduhan kecurangan dan pemadaman internet pra-pemungutan suara.
Sebanyak 21,6 juta pemilih hadapi pilihan krusial antara status quo 40 tahun atau revolusi generasi muda yang frustrasi pengangguran 70 persen pemuda.
Ssalongo Adam Mwanje, pemuda berusia 27 tahun, mengungkapkan harapannya dilansir dari Al Jazeera, Rabu, 14 Januari 2026.
"Kami ingin pekerjaan, bukan korupsi; Museveni janji stabilitas tapi pengangguran pemuda bikin kami mati kelaparan, Bobi Wine wakili harapan meski polisi gas air mata kampanye kami," katanya.
Ia menambahkan pemadaman internet sejak Selasa cegah koordinasi pemantau TPS, dengan pemilih pertama kali takut intimidasi militer.
Kalebo Moses, pemilih muda lain, mengecam represi melalui pernyataannya yang dikutip Al Jazeera.
"Kandidat oposisi dihapus paksa dari daftar pemilu, kekerasan kampanye belum pernah terjadi sebelumnya; kami harap pemenang ciptakan stabilitas dan lapangan kerja, bukan penjara politik," tegasnya.
Sementara itu, pendukung Museveni yakin National Resistance Movement menang telak.
Pemilu ini tentukan nasib Uganda dengan 70 persen populasi di bawah 35 tahun hadapi pengangguran kronis dan korupsi sistemik.
Bobi Wine NUP jadi kekuatan oposisi terbesar parlemen pasca-2021, sementara Museveni hapus batas usia dan masa jabatan demi kekuasaan abadi.
Hingga kini, pengamat internasional dan Commonwealth pantau proses pemilu sambil khawatirkan kekerasan pasca-suara.