Wisata Ciamis Pasir Heunceut yang Viral, Kini Berganti Nama Jadi...

Penampakan wisata Ciamis Pasir Heunceut yang viral.
Sumber :
  • Ist

Ciamis, Mindset – Wisata Ciamis Pasir Heunceut, Jawa Barat, telah menjadi perbincangan hangat di masyarakat dan dunia maya setelah menjadi viral akibat nama yang nyeleneh. Nama Pasir Heunceut “konotasi mengarah bagian intim perempuan” ini terkesan merendahkan wanita dalam bahasa Sunda.

img_title Nenek-Kakek Dental Care Center: Perawatan Gigi Khusus Lansia dari RSGM YARSI

Saking viralnya wisata Ciamis Pasir Heunceut ini malah dijadikan inspirasi dalam pembuatan sebuah lagu.

Meskipun banyak diskusi mengenai Pasir Heunceut, ada sejumlah orang yang mengemukakan saran untuk mengganti namanya.

img_title Baru Dua Bulan Usai Peluncuran, Coway Slim Stand Raih Product Excellence Award di HOMEDEC 2026

Wisata Ciamis Pasir Heunceut Diubah Nama Jadi Mumunggang Bangkelung 

Lanskap penataan wisata Ciamis Pasir Heunceut.

Photo :
  • Instagram

img_title Rayakan Satu Tahun Perjalanan, Sensory Land Kids Perkuat Pendekatan Terapi Anak Berbasis Alam

Akhirnya, melalui kesepakatan yang melibatkan berbagai pihak, Wisata Ciamis Pasir Heunceut mengalami transformasi identitas menjadi Mumunggang Bangkelung.

Asal Usul Nama Pasir Heunceut yang Viral di Ciamis

Di sudut Dusun Cipeundeuy, tepatnya di Desa Margaharja, Kecamatan Sukadana, Ciamis, terhampar sebuah bukit yang menakjubkan bernama Pasir Heunceut.

Eman Sulaeman, yang berperan sebagai Kepala Dusun Cipeundeuy. Membagikan kisah menarik tentang asal-usul nama yang menghiasi daerah tersebut, yaitu Pasir Heunceut. 

Kisah ini diturunkan dari generasi ke generasi dalam masyarakat sekitar. Menurut Eman, seiring berjalannya waktu, sejarah pasti terkait dengan penamaan indah itu mulai hilang di tengah-tengah cerita yang beredar.

Meskipun begitu, cerita turun temurun ini menyatakan bahwa nama Pasir Heunceut telah dikenal sejak tahun 1947. 

Dahulu, tempat tersebut merupakan perkebunan karet milik Belanda, dan para pekerja pribumi bertugas menyadap karet. 

Eman menjelaskan bahwa pada masa itu, para mandor Belanda menggunakan wanita-wanita cantik dari warga pribumi. Diduga para wanita tersebut pun dijadikan sebagai pelampiasan hasrat seksual mereka.

"Di zaman Belanda dulu, ada kebun karet. Banyak pekerja yang menyadap karet, dan para mandor sering kali membawa wanita-wanita cantik dari pekerja pribumi," papar Eman.

"Dulu di sini ada bedeng-bedeng. Entah apa yang terjadi dengan wanita-wanita itu," tambahnya.

Versi lain mengenai asal usul nama Pasir Heunceut, menurut Eman, berhubungan dengan adanya gua atau kubangan badak yang dekat dengan lokasi tersebut.

Apabila dilihat dari kejauhan, kubangan badak atau gua yang ada di sana menampilkan bentuk yang mirip dengan simbol dari bagian intim wanita. Akibatnya, tempat ini dikenal sebagai Pasir Heunceut.

Halaman Selanjutnya
img_title