Nvidia Luncurkan DLSS 5, Grafis Game Makin Nyata!

DLSS 5 di game RE9
Sumber :
  • https://cdn.wccftech.com/wp-content/uploads/2026/03/NVIDIA-DLSS-5-On-Off.jpg

Game, VIVA Mindset –Pernah kebayang main game tapi grafisnya sudah setara dengan kualitas efek visual film layar lebar Hollywood? Hal ini sekarang mulai direalisasikan oleh Nvidia. Pada ajang GPU Technology Conference (GTC) tanggal 16 Maret 2026, raksasa teknologi ini resmi mengumumkan kehadiran DLSS 5. Lompatan teknologi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan laju bingkai atau frame rate, melainkan merombak total kualitas visual menggunakan kecerdasan buatan. CEO Nvidia, Jensen Huang, bahkan menyebut inovasi terbaru ini sebagai momen bersejarah bagi dunia grafis yang menggabungkan metode rendering buatan tangan dengan AI generatif.

img_title Dunia Silent Hill Penuh Misteri, Apa Sebenarnya yang Membuat Kota Ini Mengerikan?

Dikutip dari website resmi Nvidia, DLSS 5 memperkenalkan model real-time neural rendering yang mampu menyuntikkan pencahayaan serta material fotorealistik ke dalam piksel game. Teknologi ini bekerja dengan mengambil input berupa warna dan vektor gerak dari setiap bingkai, lalu model AI akan menambahkan detail pencahayaan yang konsisten. Proses ini berjalan secara real-time hingga resolusi 4K, sehingga pengalaman bermain tetap mulus dan sangat interaktif.

Jika versi DLSS sebelumnya lebih banyak bermain di area upscaling dan pembuatan frame sisipan, DLSS 5 mengambil langkah yang jauh lebih ekstrem. Model AI pada teknologi ini dilatih secara khusus untuk memahami semantik dari sebuah adegan visual yang sangat rumit. Dilansir dari Digital Foundry, DLSS 5 mampu mengenali dan memproses berbagai elemen seperti kulit karakter, helaian rambut, air, hingga pantulan logam dengan perlakuan yang berbeda untuk menghasilkan efek cahaya yang presisi.

img_title Cyberpunk: Edgerunners 2 Rilis Trailer Baru, Ini Kisah yang Akan Dibawa ke Night City

Sebagai contoh, karakter di dalam game kini bisa menampilkan efek pantulan cahaya di bawah kulit (subsurface scattering), kilau kain yang akurat, hingga interaksi cahaya pada rambut. Semua detail kecil seperti garis wajah, kerutan, atau noda pada kulit akan terlihat jauh lebih hidup tanpa menghilangkan struktur asli dari adegan tersebut. Kemampuan ini tentunya sangat revolusioner mengingat mesin game hanya memiliki waktu sekitar 16 milidetik untuk memproses setiap gambar, berbeda jauh dengan film animasi CGI yang bisa memakan waktu berjam-jam untuk sekadar merender satu gambar saja.

Satu hal yang kerap menjadi pertanyaan ketika AI ikut campur dalam urusan grafis adalah potensi hilangnya identitas visual asli dari game itu sendiri. Menyikapi hal ini, pihak Nvidia memastikan bahwa para pengembang game tetap memegang kendali utama. Dikutip dari website resmi Nvidia, DLSS 5 menyediakan kontrol yang sangat mendetail terkait intensitas, penyesuaian warna, dan masking. Para seniman desainer game bisa menentukan di area mana saja efek fotorealistik ini diterapkan, sehingga estetika unik dari masing-masing judul game tetap terjaga dengan baik dan tidak terlihat seperti efek tempelan.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title GTA VI Makin Jadi Sorotan Jelang Gameplay Perdana, Ini yang Terungkap dari Bocoran Terbarunya