Mom Guilt Terus Menghantui? Waktunya Berdamai dengan Diri!
- https://www.freepik.com/free-photo/lifestyle-woman-going-through-motherhood_94964597.
Parenting, VIVA Mindset –Perasaan bersalah sebagai ibu adalah sesuatu yang hampir semua orang tua alami. Tak heran jika banyak ibu akrab dengan perasaan yang disebut “mom guilt”, yaitu rasa bersalah yang muncul bahkan saat sebenarnya sudah melakukan yang terbaik. Artikel dari A Fine Parent membahas bagaimana “mom guilt” terbentuk dan bagaimana cara melepasnya perlahan, tanpa drama berlebihan.
“Mom guilt” biasanya muncul dari pikiran-pikiran kecil yang ramai di kepala. Saat ingin beristirahat, muncul rasa bersalah karena merasa “kurang produktif”. Saat fokus pada anak, muncul pikiran lain karena pekerjaan tertunda. Rasanya seperti apa pun pilihan yang diambil, selalu ada suara batin yang berbisik, “Seharusnya bisa lebih baik.”
Menurut A Fine Parent, perasaan ini sering lahir dari standar yang terlalu tinggi, standar yang bahkan tidak realistis. Banyak ibu tumbuh dengan gambaran bahwa orang tua yang baik harus selalu hadir, sabar, kuat, dan tidak pernah lelah. Padahal, ibu juga manusia biasa yang butuh jeda, ruang, dan napas panjang.
Langkah pertama untuk meredakan “mom guilt” adalah menyadari bahwa perasaan ini umum dan manusiawi. Berbagi cerita dengan ibu lain sering kali terasa melegakan, karena ternyata banyak yang berada di kapal yang sama. Dari situ, muncul kesadaran penting: rasa bersalah ini bukan tanda gagal, melainkan tanda peduli.
Hal lain yang membantu adalah mendapatkan perspektif dari orang terdekat. Kadang, pikiran terlalu keras pada diri sendiri. Mendengar sudut pandang pasangan atau sahabat bisa menjadi “cermin jujur” bahwa apa yang dilakukan sebenarnya sudah cukup, bahkan lebih dari cukup.
Yang tak kalah penting, self-care bukanlah tindakan egois. Artikel di A Fine Parent menekankan bahwa ibu yang mengisi ulang energinya justru lebih hadir secara emosional. Anak tidak membutuhkan ibu yang sempurna, melainkan ibu yang sehat secara mental dan emosional.
Jika rasa bersalah terus datang, cobalah berdamai dengannya. Dengarkan pesannya, ambil pelajaran jika ada, lalu lepaskan. Tidak semua kesalahan perlu disimpan lama-lama. Sebagian hanya perlu disadari, lalu dibiarkan pergi. Pada akhirnya, menjadi ibu bukan tentang selalu benar, tapi tentang terus belajar.