Anak Suka Main Terus? Ternyata Baik untuk Otak dan Emosinya
- https://www.nannycare.id/article/aktivitas-bonding-dengan-anak/
Parenting, VIVA Mindset – Banyak orang tua khawatir saat melihat anaknya lebih sering bermain daripada belajar. Rasanya seperti waktu terbuang percuma. Padahal, bagi anak, bermain bukan sekadar hiburan. Di balik aktivitas yang terlihat sederhana itu, otak sedang bekerja, emosi sedang dilatih, dan kemampuan sosial sedang berkembang. Bermain justru menjadi cara alami anak untuk belajar dan memahami dunia di sekitarnya.
Dikutip dari berita Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. H. Mubiar Agustin, M.Pd. Dosen Universitas Pendidikan Indonesia prodi PGPAUD, mengatakan bahwa anak yang bermain adalah anak yang sehat. Mereka melompat, berlari, memanjat tanpa memikirkan risiko melainkan mengikuti nalurinya untuk menyalurkan rasa ingin tahunya.
1. Meningkatkan fungsi kognitif
Perkembangan fungsi kognitif bisa dipengaruhi karena anak-anak banyak menemukan pengetahuan baru dalam dunia sosialnya. Ketika anak bermain maka akan melatih cara berpikir anak dan cara menyelesaikan masalah. Selian itu bermain juga sebagai cara anak mengungkapkan hasil pemikiran dan perasaan mereka dalam menjelajahi dunia dan lingkungannya
2. Meningkatkan perkembangan emosi
Pada saat anak bermain ia akan mengeluarkan berbagai macam emosi baik itu positif maupun negatif. Anak bisa belajar mengenali perasaan sedih atau senang, melatih regulasi emosi, meningkatkan empati dan memahami perasaan orang lain, serta bisa meningkatkan rasa percaya diri
Melalui bermain anak bisa belajar mengembangkan kreativitasnya, seperti ketika alat mainan terbatas maka anak bisa mencari ide untuk berkreasi, dan bisa mengembangkan keterampilan bahasa
4. Meningkatkan perkembangan sosial
Ketika bermain anak diajarkan untuk saling membantu, saling memberi, gotong royong, bekerja sama, bersabar menunggu giliran, serta berkomunikasi baik dengan teman sebaya maupun orang-orang yang ada di sekitarnya
Bermain adalah dunia anak dan di dalamnya mereka belajar banyak hal tanpa merasa dipaksa. Dari tawa sederhana saat berlari hingga imajinasi saat bermain peran, semua itu membantu membentuk kecerdasan, emosi, dan kepercayaan diri mereka. Jadi, daripada melihat bermain sebagai kegiatan yang membuang waktu, anggaplah itu sebagai bagian penting dari proses tumbuh kembang anak yang sehat dan bahagia.