Anak Pertama Kali Puasa? Lakukan Ini Agar Tidak Kaget
- https://www.rspondokindah.co.id/id/news/mengajarkan-anak-berpuasa--apa-yang-harus-diperhatikan-
Parenting, VIVA Mindset – Puasa adalah momen istimewa, tapi bagi anak yang baru belajar, pengalaman ini bisa terasa menantang. Rasa lapar, haus, dan perubahan jadwal harian sering kali membuat mereka kaget di awal. Karena itu, peran orang tua sangat penting untuk mengenalkan puasa dengan cara yang lembut dan menyenangkan. Dengan persiapan yang tepat, anak tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga memahami makna puasa dengan hati yang gembira.
Dikutip dari website resmi Fakultas Kedokteran UI menurutG uru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), waktu yang tepat untuk memperkenalkan anak berpuasa adalah mulai dari usia 5-6 tahun.
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mengajari anak belajar puasa pertama kali, yaitu:
1. Mengenalkan konsep puasa
Sebelum anak mulai berpuasa, jelaskan terlebih dahulu makna puasa dengan bahasa sederhana. Sampaikan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga belajar sabar, berbagi, dan berbuat baik. Dengan memahami tujuannya, anak akan lebih siap menjalani puasa.
2. Belajar puasa secara bertahap
Anak tidak perlu langsung berpuasa seharian. Orang tua bisa melatihnya secara bertahap, misalnya berpuasa hingga siang hari terlebih dahulu. Cara ini membantu anak beradaptasi secara fisik dan mental tanpa merasa terbebani.
3. Memperhatikan menu sahur
Pada saat puasa anak akan belajar untuk menahan haus dan lapar. Oleh karena itu penting pada saat sahur memberikan asupan yang cukup seperti karbohidrat, protein, mineral, vitamin, lemak yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak. Selain itu juga perlu mengoptimalkan minum air mineral agar kebutuhan air dalam tubuh tetap tercukupi selama puasa
4. Kerjakan aktivitas bersama yang menyenangkan
Kerjakan aktivitas bersama yang menyenangkan bisa menjadi salah satu cara mempersiapkan anak menjalani puasa dengan lebih ringan dan positif. Saat anak melakukan kegiatan yang ia sukai bersama orang tua seperti bermain, memasak menu buka puasa, membuat jadwal Ramadan, atau membaca cerita sehingga perhatian anak tidak hanya tertuju pada rasa lapar atau haus.