Mengajarkan Literasi Keuangan pada Anak: Metode Save Spend Share
- https://www.pexels.com/photo/person-putting-coin-in-piggy-bank-1602726/
Banyak orang tua bingung apakah uang saku harus diberikan cuma-cuma atau harus diperoleh dengan bekerja. Dave Ramsey menyarankan pendekatan "Komisi" alih-alih "Uang Saku Gratis".
Anak-anak harus diajarkan bahwa uang didapat dari kerja keras (Work = Money). Berikan mereka tugas rumah tangga di luar kewajiban pribadi (seperti memotong rumput, mencuci mobil, atau membersihkan gudang) dan bayar mereka berdasarkan pekerjaan yang selesai. Dengan cara ini, mereka akan berpikir dua kali sebelum membelanjakan uang jerih payah mereka untuk barang mainan plastik yang murah dan cepat rusak. Mereka mulai menghargai proses di balik setiap lembar uang.
3. Belajar Konsep Opportunity Cost
Pelajaran penting lainnya adalah "Biaya Peluang" atau Opportunity Cost. Melansir kembali dari Capital One, anak-anak perlu memahami bahwa uang itu terbatas. Jika mereka memutuskan untuk menghabiskan seluruh uangnya untuk membeli video gim hari ini, artinya mereka tidak akan memiliki uang untuk membeli sepatu kets yang mereka inginkan minggu depan.
Orang tua harus tega membiarkan anak melakukan kesalahan kecil dalam pembelian saat mereka masih muda. Biarkan mereka menyesal karena menghabiskan uang untuk barang yang salah, karena rasa penyesalan itu adalah guru terbaik. Lebih baik mereka melakukan kesalahan dengan uang Rp50.000 saat ini daripada melakukan kesalahan investasi dengan uang Rp50 juta saat mereka dewasa nanti.