Peran Ayah dalam Perkembangan Emosional Anak Laki-Laki

Peran ayah dalam mengasuh anak laki-laki
Sumber :
  • https://images.pexels.com/photos/4933696/pexels-photo-4933696.jpeg

Parenting, VIVA Mindset –Kebanyakan dari keluarga di Indonesia, peran mengasuh masih dilekatkan lebih besar pada ibu. Menurut hasil penelitian, kedekatan dengan ayah lebih banyak dirasakan oleh anak perempuan 67,05% dibandingkan anak laki-laki 61,59% (Fatmasari, 2013).

img_title Memahami Akar Masalah Kehilangan Motivasi Belajar Anak

Padahal, kehadiran ayah bukan hanya soal mencari nafkah, bagi anak laki-laki, ayah menjadi role model (teladan utama) terhadap pembentukan karakter, pengembangan emosional, hingga bagaimana dia menjalani hidupnya di masa depan.

Bukan sekadar kemampuan untuk merasa senang atau sedih, perkembangan emosional mencakup kemampuan mengenali emosi, mengelola amarah, membangun empati, serta menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain.

img_title Wajib Tahu! Cara Asyik Ajari Anak Menulis dan Berhitung

1. Ayah sebagai teladan bagi anaknya

Anak akan melihat dan meniru apa yang dilakukan oleh sang ayah. Jika ayah menunjukkan bahwa laki-laki boleh mengungkapkan perasaan, seperti menangis, merasa takut dan lainnya, maka anak akan tumbuh dengan pemahaman bahwa emosi bukanlah satu tanda kelemahan.

img_title Seni Mengajar Tanpa Membuat Anak Tertekan

Namun, jika ayah menunjukkan sikap keras tanpa ada waktu untuk saling memahami, anak akan memilih untuk memendam emosinya. Jika terjadi dalam jangka panjang, hal ini dapat menjadi ledakan amarah, hingga anak akan sulit berkomunikasi, bahkan fatalnya timbul masalah kesehatan mental.

2. Mengajarkan cara mengelola emosi

Banyak anak laki-laki kesulitan memahami emosinya sendiri, terutama pada saat marah. Ayah memiliki peran penting di sini. Daripada memarahi anak saat ia marah, lebih baik memberitahunya pelan-pelan dengan cara:

- Berbicara secara baik-baik dengan anak, tentang penyebab emosinya

- Mengarahkan dan memberi contoh cara-cara menenangkan diri, seperti menarik napas panjang, duduk, minum air putih.

- Menunjukkan bahwa menyelesaikan sebuah masalah tidak harus dengan kekerasan. Semuanya bisa diselesaikan secara baik-baik dan sehat, yaitu dengan cara mencari solusi bersama.

3. Menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial

Hal-hal yang dapat dilakukan ayah untuk mengembangkan empati anaknya sedari dini yaitu:

- Ayah tidak meremehkan perasaan anak

- Memberi contoh menghargai orang lain

- Mengajak anak untuk belajar memahami perasaan orang lain 

Hubungan baik antara ayah dan anak laki-lakinya akan membentuk sebuah karakter dan pola relasi yang akan membantunya di masa depan. Dengan itu, anak akan lebih stabil secara mental.

Halaman Selanjutnya
img_title