Ingin Parenting Lebih Sabar? Mulai dari Memahami Inner Child

Illustrasi inner child
Sumber :
  • https://osc.medcom.id/community/inner-child-apasih-arti-sebenernya-5155

Parenting, VIVA MindsetBanyak orang tua ingin menjadi lebih sabar saat menghadapi anak, tetapi kenyataannya tidak selalu mudah. Terkadang emosi muncul begitu saja, bahkan untuk hal-hal kecil. Tanpa disadari, respons tersebut bisa berkaitan dengan pengalaman masa kecil kita sendiri. Memahami inner child menjadi langkah penting agar orang tua bisa mengasuh dengan lebih sadar, tenang, dan penuh empati.

img_title Wajib Tahu! Cara Asyik Ajari Anak Menulis dan Berhitung

Inner child belakangan menjadi perbincanagan yang penting dan berkaitan dalam mendidik anak. Inner child adalah inti dari kepribadian yang tebentuk dari sesuatu yang kita lihat, alami, dan pelajari atau pengalaman-pengalaman kita semasa kecil. Hal tersebut tertanam di dalam alam bawah sadar hingga dewasa, dan inner child bisa bersifat positif atau negatif.

Apabila anak melakukan kesalahan ketika dewasa perlu diotak atik kembali bagaimana pola asuh yang diberikan orang tuanya hingga dia bersikap demikian. Dikutip dari Loka Karya Pendidikan Islam Anak Usia Dini, anak usia dini perlu adanya pola asuh yang diberikan orang tua untuk membentuk karakter anak. Sikap orang tua sangat mempengaruhi perkembangan anak seperti dari cara mereka memperlakukannya, perlakuan mereka terhadap anak.

img_title Seni Mengajar Tanpa Membuat Anak Tertekan

Inner child seringkali dimiliki orang-orang tanpa disarari. Jika inner child itu berasal dari pengalaman yang baik maka bisa tercermin dalam perilaku kesehariannya. Jika inner child berupa luka batin maka akan menimbulkan gejala yang negative. Beberapa tanda-tanda seseorang menyimpan inner child antara lain:

Sensitive terhadap hal-hal kecil

img_title Membangun Kebiasaan Membaca Sejak Usia Dini untuk Masa Depan Anak

Sulit berkomunikasi dengan anggota keluarga karena takut dikritik dan dimarahi

Menyabotase diri sendiri seperti sering melupakan sesuatu, menunda sesuatu yang penting, dan lainnya

Perfeksionis karena selalu dikritik sejak kecil

Memiliki pelarian masalah ke dalam hal egative

Luka inner child bisa diatasi dengan memahami luka diri sendiri, berlatih mindfulness, membangkitkan kembali kenangan menyenangkan, serta jika perlu bisa berkonsultasi dengan psikolog.

Untuk bisa memberikan pola asuh yang terbaik kepada anak maka orang tua perlu berdamai dengan masa lalunya. Berikan pengalaman baik pada anak sehingga meminimalisir inner child yang terjadi karena tidak ada yang sempurna hingga perlu evaluasi dalam mendidik anak menjadi lebih baik lagi.