Anak Kecanduan Video Pendek? Hati-Hati Brain Rot!

Illustrasi brain rot pada anak
Sumber :
  • https://www.eschoolnews.com/innovative-teaching/2025/02/10/district-media-literacy-brain-rot/

Parenting, VIVA Mindset –Anak-anak saat ini tumbuh di era video pendek yang serba cepat dan menghibur. Mulai dari TikTok, YouTube Shorts, hingga Instagram Reels, konten singkat bisa membuat anak betah berlama-lama menatap layar. Namun di balik hiburan tersebut, muncul istilah brain rot dimana kondisi ketika otak terbiasa dengan stimulasi instan sehingga anak menjadi lebih mudah bosan, sulit fokus, dan kurang tertarik pada aktivitas yang membutuhkan konsentrasi lebih lama. 

img_title Cara Mengatasi Anak Susah Makan dan GTM: Panduan Aturan Feeding Rules IDAI

Pada era digital seperti sekarang salah satu tantangan terbesar orang tua adalah dalam hal pemberian dan pengawasan smartphone serta konten yang ditonton kepada anak

Dikutip dari Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar meskipun brain rot bukanlah diagnosis medis formal, terdapat beberapa faktor yang berkaitan, yaitu:

img_title Terlalu Sering Membentak Anak? Ini Dampak Buruk bagi Otak dan Solusi Memperbaikinya

1. Kecanduan media sosial

Ketika anak terlalu sering menggunakan media sosial dan terus menerus maka cenderung terpapar konten yang instan seperti video pendek, meme, maupun update lainnya yang cepat berganti. Hal ini dapat mengubah cara kerja otak dalam memproses informasi.

img_title Memahami Akar Masalah Kehilangan Motivasi Belajar Anak

2. Kurangnya aktivitas fisik

Kurangnya aktivitas fisik pada anak bisa memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan otak. Ketika terdapat aktivitas fisik seperti olahraga atau bermain di luar ruangan bisa meningkatkan aliran darah ke otak yang membawa oksigen dan nutrisi penting.

3. Konten dangkal dan berulang

Jika konten dalam bentuk video pendek sering terpapar oleh anak, maka akan mengurangi kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Sering kali konten yang dibuat untuk menarik perhatian dan emosi sehingga tidak cocok ditonton oleh anak yang cenderung belum bisa menyaring sepenuhnya.

4. Kurang stimulasi kognitif

Stimulasi pada otak anak adalah suatu hal penting yang harus dilakukan untuk melatih otak anak dalam melaksanakan fungsi kognitifnya. Apabila waktu lebih sering digunakan untuk menonton video anak sehingga mengurangi waktu untuk melatih kognitif anak, maka otak akan terbiasa untuk memproses hal yang instan.

Beberapa faktor di atas akan memberikan berbagai dampak pada otak. Meskipun setiap individu berbeda tergantung durasi dan intensitas paparan, namun secara umum dampak dari brain rot adalah:

1. Penurunan rentang perhatian

Otak terbiasa memproses sesuatu yang instan melalu video pendek sehingga otak menjadi sulit berkonsentrasi pada materi yang membutuhkan pemikiran mendalam.

2. Berkurang kemampuan berpikir kritis

Paparan dari video pendek membuat anak terbiasa menerima informasi serta menganalisisnya secara dangkal. Otak anak akan terbiasa mencerna informasi dengan mentah-mentah tanpa berpikir secara kritis. Hal ini bisa menimbulkan disinformasi tanpa melalu proses verifikasi dengan penalaran yang cukup.  

3. Dampak pada interaksi sosial

Kecanduan penggunaan gawai dan interaksi digital akan mengurangi waktu anak untuk bersosialisasi dan berinteraksi dalam dunia nyata secara langsung

4. Kurang motivasi dan produktif

Otak yang sering terpapar konten pendek akan menunjukkan penurunan motivasi untuk lebih beraktivitas secara produktif karena sudah terlanjur senang dan nyaman dengan aktivitas dalam gadgetnya.

5. Penurunan kemampuan pemecahan masalah

Ketika anak menghadapi suatu masalah atau tantangan akan lebih mudah menyerah dan mencari solusi paling sudah dan cepat tanpa mempertimbangkan pilihan yang efektif maupun dampak kedepannya.

Setelah mengetahui berbagai faktor dan dampaknya, tugas orang tua adalah bisa menggunakan gadget dengan bijak serta memberikan pengawasan lebih terhadap tontonan anak. Hal ini akan mempengaruhi kinerja otak anak hingga bertahun-tahun kedepan.