Edukasi Seks Anak Bukan Hal Tabu, Ini Cara Memulainya!
- https://parentsquads.com/tahapan-pendidikan-seksual-anak/
Parenting, VIVA Mindset –Saat ini seringkali kita menderngar atau membaca berita terkait kasus pelecehan seksual pada anak, baik itu oleh orang yang tidak dikenal maupun sampai keluarga terdekat. Korban pun terbilang masih dalam usia sangat muda. Maraknya kasus seperti ini perlu diantisipasi dengan cara memberikan pendidikan seks terhadap anak sejak usia dini sesuai dengan bahasa yang dimegerti oleh anak.
Pendidikan seks pada anak usia dini masih sering dianggap sebagai topik yang tabu untuk dibicarakan. Padahal, mengenalkan anak pada tubuhnya sendiri, batasan pribadi, dan cara menjaga diri justru merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembang mereka. Pendidikan seks bukan tentang mengajarkan hal yang terlalu dewasa, tetapi tentang membantu anak memahami tubuhnya dengan benar, membangun rasa percaya diri, dan melindungi diri dari potensi bahaya. Orang tua memiliki peran utama dalam mengenalkan hal ini secara sederhana dan sesuai usia anak.
Dikutip dari Jurnal Silih Asah Vol 1(24) 2024, dalam KBBI edukasi seks adalah pendidikan dengan tujuan memberikan pengetahuan menyangkut tentang seks yang berhubungan dengan alat kelamin. Edukasi seks dapat menghindari berbagai hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada anak yang tentunya harus diajarkan sedini mungkin. Orang tua merupakan fondasi dasar dalam kontribusi edukasi seks pada anak.
Pendidikan seks pada anak bisa dimulai dengan cara yang sederhana, seperti:
1. Mengenalkan pendidikan seks sesuai dengan usia anak. Hal ini bisa dijelaskan dengan bahasa yang dimengerti anak
2. Mengenalkan bagian tubuh pada anak, mulai dari menggunakan nama yang benar untuk setiap anggota tubuh sampai menjelaskan fungsinya secara singkat dan jelas
3. Mengajari anak untuk berkata tidak atau menolak jika ada orang lain menyentuh bagian tubuh yang sensitif
4. Mengajarkan budaya malu pada anak seperti tidak memperlihatkan alat kelaminnya kepada orang lain, serta memberi batasan dan rasa malu pada orang lain
5. Melibatkan kedua orang tua dalam diskusi tentang seks agar anak nyaman membicarakan tentang tubuh
6. Memulai percakapan dengan anak karena beberapa anak kemungkinan enggan bertanya terlebih dahulu