Tidak Semua Pujian Baik untuk Anak, Ini Dampaknya
- https://www.pexels.com/photo/mother-helping-her-daughter-use-a-laptop-4260325/
Parenting, VIVA Mindset –Memuji anak sering dianggap cara terbaik membangun percaya diri. Namun, pujian berlebihan bisa membuat anak bergantung pada pengakuan orang lain dan kehilangan motivasi dari dalam diri.
Anak yang selalu dipuji cenderung fokus pada hasil, bukan proses. Hal ini dapat menghambat proses belajar dan membuat mereka kurang resilien saat menghadapi kegagalan.
Fokus pada Usaha, Bukan Hasil
Penting bagi orang tua menekankan usaha anak. Daripada hanya berkata “Bagus!” saat anak berhasil, cobalah memuji proses. Misalnya, “Aku lihat kamu mencoba berkali-kali sampai berhasil menggambar rumah itu.”
Strategi ini membantu anak mengembangkan motivasi intrinsik, yaitu dorongan untuk mencoba dan belajar tanpa tergantung pada pujian orang lain. Anak belajar bahwa proses penting, bukan sekadar hasil akhir.
Kemandirian Melalui Pujian Bijak
Memberi pujian yang bijak juga mendorong kemandirian anak. Anak belajar menilai sendiri usaha mereka dan menentukan kapan cukup baik atau perlu mencoba lagi.
Contohnya, saat anak mengerjakan PR matematika, orang tua bisa menanyakan, “Bagaimana cara kamu menyelesaikan soal ini?” dan memberi komentar tentang strategi anak, bukan sekadar mengatakan “Bagus.”
Dampak Psikologis dari Pujian Berlebihan
Pujian yang terlalu sering atau tidak spesifik bisa memengaruhi self-esteem anak. Anak menjadi khawatir gagal karena takut kehilangan pengakuan. Akibatnya, anak mungkin kesulitan menghadapi tantangan baru dan kurang memiliki resiliensi anak.
Selain itu, anak bisa menjadi perfeksionis, mudah frustasi, dan sulit menikmati proses belajar. Dengan pujian yang tepat, anak belajar menerima kegagalan sebagai bagian alami dari pembelajaran.
Contoh Praktis Sehari-hari
Jika anak sedang belajar menulis huruf baru, jangan langsung berkata “Bagus!” jika huruf belum rapi. Sebaliknya, katakan, “Aku lihat kamu menulis huruf itu dengan hati-hati dan mencoba beberapa kali.”
Kalimat ini menekankan usaha dan proses. Anak belajar menghargai kerja keras mereka sendiri dan mendorong proses belajar anak yang sehat.
Tips Memberi Pujian yang Sehat
1. Fokus pada usaha dan strategi anak.
2. Gunakan pujian spesifik, bukan umum.
3. Jangan memberi pujian setiap kali anak menyelesaikan tugas.