Apakah Anak Bisa Depresi? Ini yang Perlu Diketahui Orang Tua
- https://unsplash.com/photos/girl-in-blue-shirt-looking-at-the-window-_vkztdUDhvY
Parenting, VIVA Mindset –Depresi tidak hanya dialami oleh orang dewasa. Anak-anak juga bisa mengalami kondisi ini, bahkan sejak usia sekolah. Namun, tanda depresi pada anak kerap tidak disadari karena sering dianggap sebagai perubahan sikap sementara atau fase perkembangan.
Padahal, depresi yang tidak ditangani dapat berdampak pada kesehatan mental anak, prestasi akademik, serta hubungan sosialnya.
Gejala depresi pada anak tidak selalu ditunjukkan dengan kesedihan yang jelas. Dalam banyak kasus, depresi justru muncul melalui perubahan perilaku sehari-hari.
Beberapa tanda anak depresi yang perlu diperhatikan antara lain:
1. anak menjadi lebih pendiam atau mudah marah
2. menarik diri dari keluarga maupun teman
3. kehilangan minat bermain atau belajar
4. terlihat lelah dan kurang berenergi
5. mengalami perubahan pola tidur
6. nafsu makan menurun atau meningkat drastis
7. sering menyalahkan diri sendiri
8. mengeluh sakit fisik tanpa sebab medis jelas
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), perubahan emosi dan perilaku yang berlangsung lebih dari dua minggu dapat menjadi indikasi awal depresi pada anak, terutama jika mulai mengganggu aktivitas hariannya.
Tidak ada satu faktor tunggal yang menyebabkan depresi pada anak. Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh kombinasi faktor lingkungan dan emosional.
Beberapa penyebab anak depresi yang paling umum meliputi:
1. konflik dalam keluarga, termasuk perceraian orang tua
2. tekanan akademik yang berlebihan
3. pengalaman bullying di sekolah
4. pola asuh keras atau penuh bentakan
5. kurangnya perhatian emosional
6. pengalaman traumatis atau kehilangan orang terdekat
Dikutip dari Mayo Clinic, anak yang tumbuh dalam lingkungan dengan tingkat stres tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami gangguan suasana hati, termasuk depresi.
Peran orang tua sangat penting dalam membantu anak yang mengalami depresi. Penanganan sejak dini dapat mencegah dampak jangka panjang pada perkembangan anak.
Beberapa cara mengatasi depresi anak yang dapat dilakukan orang tua antara lain:
1. mendengarkan anak tanpa menghakimi
2. memvalidasi perasaan anak
3. mengurangi tekanan dan tuntutan berlebihan
4. menjaga rutinitas tidur, makan, dan aktivitas harian