Waspadai 7 Bahaya Gula Berlebih dari Makanan Harian Anak

Bahaya Gula Berlebih dari Makanan Harian Anak
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/teenager-crushing-cupcake-before-eating-it_1443914.htm

Parenting, VIVA MindsetAsupan gula anak menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua. Saat ini, banyak laporan kesehatan yang menunjukkan konsumsi gula pada anak kerap melebihi batas yang dianjurkan–terutama dari makanan harian dan cemilan kemasan. Kondisi ini berisiko menimbulkan gangguan kesehatan sejak dini.

img_title Mengenal Ms. Rachel dan Metode Viralnya dalam Membantu Speech Delay Anak

 

Masalah ini penting diperhatikan karena bahaya gula berlebih tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga memengaruhi kebiasaan makan anak dalam jangka waktu yang panjang.

img_title Cara Mengatasi Anak Susah Makan dan GTM: Panduan Aturan Feeding Rules IDAI

 

Asupan Gula Anak Sering Melebihi Batas

img_title Terlalu Sering Membentak Anak? Ini Dampak Buruk bagi Otak dan Solusi Memperbaikinya

 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar konsumsi gula tambahan dibatasi kurang dari 10% dari total energi harian. Untuk anak, batas gula anak, bahkan dianjurkan lebih rendah untuk mencegah risiko penyakit berat di kemudian hari.

 

Kementerian Kesehatan RI juga menegaskan bahwa asupan gula anak yang berlebihan bisa meningkatkan risiko obesitas dan gangguan metabolik. Kondisi ini sering dipicu oleh kebiasaan makan anak yang mengonsumsi makanan manis sejak dini.

 

Bahaya Gula Berlebih dari Makanan Harian Anak

 

Berikut 7 bahaya gula berlebih yang bisa dialami anak akibat pola konsumsi makanan harian yang tidak tepat.

 

  1. Gigi Berlubang

Gula menjadi sumber utama makanan bakteri di mulut. Saat asupan gula anak terlalu tinggi, bakteri menghasilkan asam yang merusak enamel gigi. Akibatnya, anak lebih rentan mengalami gigi berlubang meski masih berusia muda.

 

Kondisi ini sering terjadi karena anak terbiasa mengonsumsi makanan atau minuman manis dengan kadar gula yang sangat tinggi di luar waktu makan utama.

 

  1. Risiko Obesitas Anak

Gula tambahan menyumbang kalori tinggi tanpa nilai gizi yang seimbang. Jika batas gula anak terlampaui, maka kelebihan kalori akan disimpan sebagai lemak tubuh.

 

Dalam jangka panjang, pola ini bisa meningkatkan risiko obesitas anak yang bisa berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis.

 

  1. Gangguan Metabolisme Tubuh

Bahaya gula berlebih juga berkaitan dengan gangguan metabolisme. Konsumsi gula berlebihan bisa berpengaruh pada kerja insulin dan kadar gula darah. Jika berlangsung lama, kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko diabetes tipe 2 di waktu yang akan datang.

Halaman Selanjutnya
img_title