Ibu Sering Dihakimi? Ini Alasan Mom Shaming Terus Ada!

Banyak ibu menjadi sasaran kritik
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/friends-are-sitting-chatting-couch_11197429.htm

Parenting, VIVA Mindset –Mom shaming adalah fenomena ketika seorang ibu dikritik, dihakimi, atau direndahkan karena pilihan pengasuhan yang diambil mulai dari cara menyusui, memberi makan, hingga keputusan bekerja atau tinggal di rumah. Fenomena ini bukan hal baru, namun terasa semakin keras di era media sosial. Sebuah ulasan parenting dari situs Pregnant Chicken mengulas bahwa mom shaming tumbuh dari kombinasi tekanan sosial, standar pengasuhan yang tidak realistis, dan kebutuhan manusia untuk merasa “lebih benar” dibanding orang lain.

img_title Memahami Akar Masalah Kehilangan Motivasi Belajar Anak

Salah satu akar utama mom shaming adalah mitos ibu sempurna. Masyarakat sering membangun gambaran bahwa ada satu cara “paling benar” untuk menjadi ibu. Ketika seorang ibu memilih jalan yang berbeda—entah karena kondisi, nilai, atau situasi hidup—perbedaan itu kerap dipersepsikan sebagai kesalahan. Padahal pengasuhan bukan formula tunggal, melainkan proses yang sangat kontekstual dan personal.

Mom shaming juga sering dipicu oleh rasa tidak aman orang lain. Kritik yang dilontarkan kerap bukan tentang anak, melainkan tentang kebutuhan pelaku untuk membenarkan pilihan mereka sendiri. Dengan menghakimi ibu lain, seseorang merasa keputusan hidupnya lebih valid. Ironisnya, ini menciptakan lingkaran saling menyakiti di antara sesama ibu padahal semua sedang berjuang di medan yang sama.

img_title Wajib Tahu! Cara Asyik Ajari Anak Menulis dan Berhitung

Media sosial memperbesar efek ini. Platform digital membuat komentar datang tanpa empati, tanpa konteks, dan tanpa mengenal batas. Artikel dari Pregnant Chicken menyoroti bahwa banyak ibu akhirnya merasa takut berbagi cerita jujur karena khawatir diserang opini yang tidak diminta. Akibatnya, ruang yang seharusnya menjadi tempat saling mendukung justru berubah menjadi ladang penghakiman.

Dampak mom shaming tidak bisa dianggap sepele. Rasa bersalah kronis, penurunan kepercayaan diri, hingga kelelahan emosional sering muncul sebagai efek lanjutan. Banyak ibu mulai meragukan instingnya sendiri, padahal kepercayaan diri orang tua adalah fondasi penting dalam pengasuhan yang sehat.

img_title Seni Mengajar Tanpa Membuat Anak Tertekan

Lebih dalam lagi, mom shaming berakar pada budaya yang masih menempatkan tanggung jawab pengasuhan hampir sepenuhnya di pundak ibu. Ketika anak mengalami kesulitan, ibu yang pertama kali disorot. Perspektif ini, seperti disinggung dalam pembahasan Pregnant Chicken, membuat ibu menjadi sasaran empuk kritik, bukan penerima empati.

Halaman Selanjutnya
img_title