Apa yang Sebenarnya Ingin Putri Anda Sampaikan Tentang Perasaannya?!
- https://www.freepik.com/free-photo/mother-daughter-shirts-looking-each-other_3957421.htm
Parenting, VIVA Mindset –Memahami emosi anak perempuan lebih dalam bisa menjadi pondasi kuat bagi kesehatan mental jangka panjangnya. Dalam panduan dari Parents With Confidence, dijelaskan tiga pilar penting untuk membantu putri berkembang dengan kecerdasan emosional yang sehat dan kemampuan mengelola perasaan yang kompleks.
Budaya kita sering mengirim pesan yang kontradiktif tentang emosi—mulai dari “jangan menangis” hingga “kamu akan baik-baik saja”—yang secara tidak langsung mengajarkan anak untuk menekan perasaan mereka. Hal ini terutama berdampak pada anak perempuan karena penelitian menunjukkan bahwa mereka lebih rentan mengalami kecemasan dan depresi saat memasuki masa remaja.
1. Semua Emosi Itu Normal
Tidak ada emosi yang “buruk”. Emosi adalah bagian dari pengalaman manusia dan membantu menunjukkan apa yang penting bagi kita. Mengabaikan kemarahan, cemburu, atau kesedihan justru membuat anak belajar menekan perasaan mereka. Orang tua dapat meluruskan hal ini dengan membantu putri mengidentifikasi emosi mereka secara tepat. Misalnya, memberi nama emosi (“Kamu terlihat sangat kesal”) membantu anak memahami dan mengekspresikan perasaannya tanpa merasa malu atau dihakimi.
Ketika emosi diakui secara verbal, tubuh melepaskan neurotransmitter yang menenangkan sistem saraf, yang membantu anak meraih keseimbangan emosional lebih cepat.
2. Ajarkan Cara Mengatasi Emosi dengan Sehat
Mengakui emosi saja tidak cukup; anak juga perlu mempelajari strategi yang sehat untuk menghadapi perasaan itu sendiri. Dalam panduan tersebut, disebutkan bahwa kemampuan mengelola stres dan emosi sejak dini bisa mencegah perilaku tidak sehat di kemudian hari, seperti makan berlebihan atau penghindaran sosial.
Contoh teknik yang bisa diperkenalkan termasuk mendengarkan musik, menulis jurnal, menggambar, membaca, atau aktivitas yang membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih tenang. Ini membekali anak perempuan dengan cara sehat mengelola emosi sulit seperti perasaan gelisah, marah, atau kecewa.
3. Kekuatan Teladan Orang Tua
Sikap orang tua terhadap emosi diri sendiri memiliki dampak besar pada cara anak memandang perasaan mereka. Jika orang tua merasa mengekang atau memendam emosi sendiri, anak mungkin belajar bahwa mengekspresikan perasaan itu tabu. Modeling kesehatan emosional— seperti tetap tenang saat frustrasi atau jujur mengungkapkan perasaan—membantu putri memahami bahwa emosi itu wajar dan bisa dikelola dengan baik.