Kehilangan Anak Adalah Ujian Terberat, Bagaimana Menghadapi Dukanya?

Kehilangan Anak
Sumber :
  • https://h7.cl/1lBuC

Parenting, VIVA Mindset –Dilansir dari Psychology-Today, kehilangan seorang anak adalah pengalaman yang sangat menghancurkan dan menyakitkan. Keluarga yang menghadapi kehilangan ini sering kali sulit mendapatkan dukungan karena duka tersebut begitu mengejutkan sehingga orang lain mungkin tidak tahu bagaimana harus merespons. Meskipun tidak ada istilah "pulih" sepenuhnya dari tragedi semacam ini banyak keluarga dengan bantuan profesional menemukan cara untuk tetap bersama mendukung anak-anak mereka yang lain dan melangkah maju. Tidak ada batas waktu kadaluarsa untuk rasa sakit yang dirasakan. Usaha untuk mengakhiri masa duka dengan cepat biasanya akan gagal. Penting bagi orang tua untuk memberi diri mereka waktu untuk berduka tanpa tekanan.

img_title Orang Tua Wajib Tahu, Ini Cara Tepat Mengawasi PR Anak

Dampak Emosional dan Cara Mengelola Duka

Orang tua yang berduka sering kali mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi bekerja serta mengontrol kecemasan dan stres

img_title Homeschooling atau Sekolah Formal? Ini Pertimbangannya

1. Perasaan Terasing

Munculnya rasa pahit terhadap tenaga medis atau rasa iri terhadap kerabat yang hidup bahagia adalah hal yang umum.

img_title Ayah Hadir, Anak Lebih Siap Menghadapi Masa Depan

2. Mengelola Emosi

Menghabiskan waktu untuk merenungkan kenangan positif dan tetap memberikan perhatian kepada pasangan atau anggota keluarga lainnya dapat membantu mengelola emosi pribadi.

3. Jangan Membuat Keputusan Besar

Pakar menyarankan agar orang tua menahan diri untuk tidak membuat perubahan hidup yang besar secara tiba-tiba seperti pindah rumah atau berhenti bekerja saat duka masih sangat mendalam.

4. Cari Bantuan Profesional

Konsultasi dengan konselor profesional atau bergabung dengan kelompok pendukung sangat direkomendasikan untuk membantu navigasi duka.

 

Penting Menjaga Hubungan dengan Pasangan Tetap Bertahan

Dukungan Sosial dan Pemulihan Hubungan

Penting untuk mengakui bahwa pasangan yang kurang menangis bukan berarti mereka kurang merasakan duka. Satu pasangan mungkin mencari keintiman fisik sementara yang lain menarik diri. Komunikasi yang jujur dan jaminan dukungan satu sama lain sangat penting untuk mempertahankan ikatan pernikahan. Kerabat harus tetap terhubung meskipun orang tua mungkin belum merespons dukungan tersebut. Hindari menghakimi cara atau waktu duka mereka. Jangan pernah mengatakan "Saya tahu perasaanmu" atau menyarankan mereka untuk segera "melupakan" kejadian tersebut.