Kapan Waktu Terbaik Memulai Toilet Training Pada Anak, Simak Kiatnya!
- https://unsplash.com/s/photos/toilet-training
Parenting, VIVA Mindset –Dilansir dari Pregnancy Birth and Baby, parents melatih anak menggunakan toilet adalah pencapaian besar bagi anak maupun orang tua. Sebagian besar anak secara fisik mampu mengontrol kandung kemih dan usus mereka antara usia 18 bulan hingga 3 tahun. Namun kematangan emosional juga berperan penting dalam kesuksesan proses ini. Setiap anak memiliki kecepatan belajar yang berbeda sehingga orang tua tidak perlu membandingkan satu anak dengan anak lainnya. Kunci utamanya adalah kesabaran dan konsistensi selama masa transisi dari popok ke celana dalam.
Mendeteksi Tanda Kesiapan Anak
Sebaiknya parents tidak memaksakan anak untuk toilet training. Namun ada beberapa tanda kesiapan yang perlu parents perhatikan yang pertama adalah Anak memiliki popok yang kering setidaknya selama dua jam. Yang kedua Anak menyadari saat mereka sedang buang air kecil atau besar di popok dan mungkin menunjukkan ekspresi wajah tertentu atau mengatakannya. Yang ketiga ketidaksukaan pada popok Anak mulai merasa tidak nyaman dengan popok yang basah atau kotor dan berusaha melepasnya. Yang keempat Anak menunjukkan ketertarikan saat melihat orang lain menggunakan toilet. Dan yang terakhir adalah anak dapat menarik celananya sendiri naik dan turun serta mengikuti instruksi sederhana dari orang tua Jika anak menunjukkan tanda-tanda ini, anda bisa mulai mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan.
Langkah Praktis Melakukan Toilet Training
Setelah anak terlihat siap lakukanlah langkah-langkah berikut. Yang pertama gunakan istilah yang Jelas dan kata-kata yang konsisten untuk buang air kecil dan besar agar anak mudah mengerti. Yang kedua Jadwalkan Rutinitas ajak anak ke toilet pada waktu-waktu tertentu misalnya setelah bangun tidur setelah makan atau sebelum tidur malam. Yang ketiga berikan pujian atau hadiah kecil saat anak berhasil menggunakan toilet Jangan memarahi atau menghukum anak jika mereka mengalami kecelakaan atau mengompol. Yang keempat gunakan pakaian sederhana, pakaikan anak celana yang mudah dilepas sendiri seperti celana dengan karet pinggang. Dan yang terakhir ajari anak cara menyeka dengan benar dan selalu mencuci tangan dengan sabun setelah dari toilet Jika anak menolak atau merasa takut jangan dipaksakan. Berhentilah selama beberapa minggu sebelum mencoba kembali saat anak sudah lebih tenang.