Anak Tantrum Di Depan Umum? Kenali Cara Mengatasinya!

Tips Menghadapi Anak Tantrum di Luar
Sumber :
  • https://ffpeds.com/managing-childrens-tantrums-with-effective-strategies-and-understanding/

Parenting, VIVA Mindset –Ketika anak mengalami tantrum, wajar bagi orangtua untuk merasa stres, terlebih lagi saat terjadi di tempat umum. Namun, sebaiknya tantrum pada anak dapat menjadi pembelajaran bagi orangtua untuk mengenal anak lebih dalam lagi.

img_title Membaca Fiksi Sejak Dini agar Anak Paham Bencana Bukan Cuma Berita yang Cukup Dihadapi dengan Mindfulness

 

Tantrum pada anak menjadi bagian dari pertumbuhan dan perkembangan anak. Hal ini membuat anak belajar mengelola emosinya. Maka dari itu, tantrum terkadang tidak dapat dicegah. Jika anak mengalami tantrum, lakukan langkah berikut untuk mengatasinya:

img_title Mengenal Bullying pada Anak: Jenis, Dampak terhadap Kesehatan Mental, dan Cara Mencegahnya

 

Berikan Perhatian

img_title Mengenal Ms. Rachel dan Metode Viralnya dalam Membantu Speech Delay Anak

Saat anak mulai tantrum, beri perhatian penuh, tunjukkan bahwa orangtua mendengar dan peduli pada perasaannya. Anak sering melakukan tantrum karena merasa diabaikan atau tak diperhatikan. Gunakan juga kalimat sederhana dan sesuai usia saat berbicara dengan mereka untuk membantu mengungkapkan apa yang mereka inginkan atau rasakan. Ini membuat anak merasa dihargai dan didengar.

 

Berikan Peringatan

Sebelum pergi ke suatu tempat, anak perlu diberi penjelasan yang jelas mengenai rencana kegiatan, sehingga ia dapat dipersiapkan dan harapannya dapat disesuaikan secara realistis.

Jika anak mulai menunjukkan tanda-tanda kecewa atau menginginkan sesuatu yang tidak dapat dipenuhi, ia perlu diingatkan secara lembut bahwa keinginannya mungkin tidak dapat dicapai sebagai bentuk pengendalian awal terhadap ekspektasinya.

Ciptakan Suasana Tenang

Orangtua harus menjaga ketenangan dan konsistensi saat menangani tantrum. Hindari marah, membentak, atau memaksakan anak untuk segera berhenti. Biarkan anak meluapkan emosinya, sambil tetap berada dekat agar ia merasa aman.

 

Setelah situasi sedikit tenang, ajak anak bicara dengan suara lembut. Pahami perasaannya, akui bahwa emosinya valid, lalu bantu dia menenangkan diri.