Ayah Hadir tapi Sibuk HP? Ini Dampak 'Phubbing' pada Rasa Percaya Diri Anak Perempuan
- https://www.pexels.com/photo/man-scolding-his-son-8550837/
Parenting, VIVA Mindset –Istilah 'Phubbing' (Phone Snubbing) menggambarkan perilaku mengabaikan orang di depan kita demi melihat ponsel. Ketika seorang ayah melakukan ini kepada putrinya, dampaknya jauh lebih merusak daripada sekadar ketidaksopanan. Studi dalam Journal of Adolescence menunjukkan korelasi kuat antara phubbing orang tua dengan tingkat depresi pada remaja. Bagi anak perempuan, tatapan mata dan perhatian utuh ayah adalah cermin pertama di mana ia menilai harga dirinya. Jika cermin itu beralih ke layar, inilah keretakan yang terjadi.
1. Pesan Tersirat: "Kamu Tidak Cukup Menarik"
Anak perempuan menginterpretasikan perhatian ayah sebagai validasi keberadaan mereka. Saat ayah lebih memilih scrolling medsos atau membalas email saat diajak bicara, pesan yang diterima otak anak adalah: "Konten di HP ini lebih menarik dan penting daripada ceritaku." Ini menanamkan benih insecurity dan perasaan tidak berharga (unworthiness) yang akan mereka bawa hingga dewasa.
2. Menurunkan Standar Hubungan di Masa Depan
Ayah adalah cinta pertama anak perempuannya. Cara ayah memperlakukan mereka menjadi standar bawah sadar (blueprint) bagaimana mereka berharap diperlakukan oleh laki-laki lain kelak. Jika mereka terbiasa diabaikan (di-phubbing) oleh ayah, mereka akan cenderung mentoleransi pasangan yang juga mengabaikan emosi mereka, karena menganggap itu "normal" dalam hubungan laki-laki dan perempuan.
3. Kehilangan Momen Emas Koneksi
Anak seringkali ingin bercerita di momen-momen acak dan singkat. Jika saat itu Ayah sedang fokus ke HP dan merespons dengan gumaman "Hmm" tanpa menatap, momen koneksi itu hilang selamanya. Akumulasi dari ribuan momen yang hilang ini menciptakan jarak emosional. Saat anak beranjak remaja dan punya masalah serius, mereka enggan datang ke Ayah karena merasa tidak akan didengar.
4. Memicu Perilaku Cari Perhatian (Attention Seeking)
Anak yang "lapar" tatapan mata ayah seringkali bereaksi dengan perilaku negatif untuk memaksa ayah menoleh. Mereka mungkin menjadi nakal, berteriak, atau di masa remaja, mencari validasi perhatian dari sumber yang salah (misalnya pergaulan bebas atau media sosial) untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan ayahnya.
Letakkan HP, Angkat Dagu Anak