Anak Jarang Nonton TV, Tapi Screen Time Mereka Beralih ke Hal Ini
- https://www.freepik.com/free-photo/medium-shot-kids-with-devices-indoors_16923078.htm
Parenting, VIVA Mindset –Di era digital sekarang, kebiasaan anak menonton TV secara tradisional mulai bergeser. Meski televisi masih ada di ruang keluarga, screen time anak kini lebih sering beralih ke perangkat mobile seperti smartphone dan tablet. Pergeseran ini berpotensi membawa dampak yang berbeda, dan sebagai orang tua, kita perlu memahami apa yang sedang terjadi — dan bagaimana menanganinya dengan bijak.
Kenapa Anak Lebih Pilih Perangkat Mobile Daripada TV
Menurut penelitian A Naturalistic Study of Child and Family Screen Media and Mobile Device Use, waktu anak dengan layar mobile (smartphone, tablet) terbukti semakin tinggi, sementara orang tua juga punya tantangan dalam melakukan mediasi terhadap penggunaan perangkat tersebut. Perangkat portabel ini mudah dijangkau, dipergunakan sendiri, dan bisa digunakan kapan saja, berbeda dengan TV yang lebih “publik” di ruang keluarga.
Dampak Pergeseran ke Perangkat Mobile
Bukan sekadar soal waktu, penelitian juga menunjukkan bahwa paparan layar portabel punya risiko tersendiri. Sebuah studi dari Ital Journal of Pediatrics menyebut bahwa portable screen menurunkan usia ketika anak pertama kali terpapar, serta menggunakan desain antarmuka persuasif yang membuat durasi penggunaan makin panjang. Lebih lanjut, analisis dari Current Psychology menemukan bahwa penggunaan gadget pada anak di bawah 12 tahun berkaitan dengan kesulitan emosional, perilaku, dan kognitif.
Studi Perkembangan Anak dan Screen Time Baru
Dalam sebuah penelitian di Filipina, anak usia 2 tahun atau lebih yang menggunakan layar lebih dari 2 jam sehari memiliki skor perkembangan bahasa yang lebih rendah dibanding yang waktu layarnya terbatas. Temuan ini mengingatkan kita bahwa “mengganti televisi dengan tablet” bukan berarti tanpa konsekuensi — sebaliknya, potensi risiko cukup nyata.
Apa Artinya Bagi Orang Tua?
1. Kontrol Konten dan Waktu
Karena perangkat mobile sangat personal, anak bisa menghabiskan waktu dalam isolasi digital. Sebaiknya orang tua menetapkan batasan screen time dan memilih konten berkualitas.
2. Mediatori Aktif
Menurut penelitian, mediasi orang tua saat anak menggunakan TV lebih mudah dibanding mediasi pada ponsel. Kita perlu aktif berbicara dengan anak tentang apa yang mereka tonton.