4 Gaya Parenting Dan Pengaruhnya Pada Anak, Mana Yang Paling Baik?
- https://www.alodokter.com/parenting-adalah-pola-asuh-untuk-anak-inilah-7-tips-menjalaninya
Parenting, VIVA Mindset –Pernahkah kamu merasa kewalahan dalam mengasuh anak? Itu sangat wajar. Pada dasarnya, tidak semua anak cocok dengan gaya parenting tertentu. Maka dari itu, naluri luar biasa yang dimiliki orang tua adalah ketika mengetahui persis apa yang dibutuhkan oleh anak.
Menjadi orang tua adalah tanggung jawab besar. Cara kita mengasuh anak akan berhubungan erat dengan karakter, emosi, dan hubungan sosial di masa depan. Dalam dunia parenting, ada empat gaya pengasuhan utama: Permisif, Otoriter, Otoritatif, dan Pengabaian.
Mari bahas satu per satu, termasuk dampaknya pada anak dan hubungan antarkeluarga.
- Gaya Parenting Permisif (Fleksibel)
Pola asuh permisif merupakah gaya mengasuh anak dengan memberikan kebebasan luas kepada anak dari berbagai aspek. Pola asuh yang pertama kali diperkenalkan oleh psikolog Diana Baumrind ini mengartikan bahwa orang tua cenderung menghindari konfrontasi dan jarang menerapkan aturan ketat untuk anak.
Dampak dari gaya parenting ini adalah anak dapat lebih fleksibel dan mengambil keputusan sendiri. Namun, adapun sisi negatifnya, yaitu anak cenderung manja, kurang disiplin, sulit mengontrol diri. Anak yang jarang diperkenalkan aturan juga berpotensi kurang menghargai otoritas.
- Gaya Parenting Otoriter (Keras dan Mengatur)
Berkebalikan dengan permisif, gaya mengasuh satu ini memiliki sifat kaku dan penuh aturan dan hukuman. Perbincangan antarkeluarga sangat jarang dilakukan karena anak lebih banyak menerima perintah. Kebebasan berpendapat pun sulit dilakukan pada pola asuh ini.
Meskipun anak cenderung menjadi penurut dan teratur, gaya parenting ini memiliki dampak yang cukup buruk. Anak menjadi penakut, kurang percaya diri, atau justru memberontak. Bahkan risiko kebencian tersembunyi terhadap orang tua tidak dapat dihindari.
- Gaya Parenting Otoritatif (Tegas namun Tetap Merangkul)
Gaya pengasuhan ini berada di antara parenting permisif dan otoriter, yaitu orang tua merupakan sosok yang tegas, namun juga pendengar bagi anak. Dampaknya, anak tumbuh disiplin, percaya diri, dan mampu mengambil keputusan dengan baik karena terbiasa diajak berpikir.
- Gaya Parenting Pengabaian (Orang Tua tidak Terlibat)
Ciri - ciri gaya asuh ini adalah orang tua tidak banyak hadir untuk anak. Tidak ada aturan, tidak ada dukungan, sehingga anak dibiarkan 'tumbuh' sendiri. Selain hubungan antarkeluarga yang asing, anak mungkin mencari figur pengganti di luar rumah karena merasa tidak dicintai.