Lighthouse Parenting vs Helicopter Parenting! Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Baik?
- https://unsplash.com/id/foto/seorang-pria-dan-seorang-wanita-berdiri-bersebelahan-J2_12FzDa0I
Parenting, VIVA Mindset – Dalam dunia parenting modern, tidak semua cara membesarkan anak sama. Ada gaya yang terlalu protektif, ada juga yang terlalu membebaskan tetapi dua gaya yang sedang banyak diperbincangkan adalah lighthouse parenting dan helicopter parenting. Dilansir dari laman Times of India, perbedaan keduanya sangat krusial untuk perkembangan jangka panjang anak.
Apa Itu Lighthouse Parenting?
Lighthouse parenting digambarkan sebagai pola asuh di mana orang tua menjadi pemandu yang stabil, bukan pengendali. Mereka memberi arahan, menandai bahaya, tetapi tetap memberi anak ruang untuk mengeksplorasi dan membuat kesalahan.
Istilah “mercusuar” dipilih karena peran orang tua seperti cahaya yang tak pernah berpindah, selalu ada sebagai sumber keamanan dan panduan.
Dokter dan psikolog menyebut bahwa gaya ini membantu anak tumbuh menjadi pribadi resilient, percaya diri, dan bisa belajar dari pengalaman.
Ciri-ciri Helicopter Parenting
Berlawanan dengan lighthouse, helicopter parenting adalah pola asuh di mana orang tua terus-menerus “mengawasi” setiap aspek kehidupan anak seperti helikopter yang berputar di atas.
Orang tua gaya ini sangat protektif dan cenderung campur tangan dalam keputusan anak, entah soal akademik, pertemanan, atau pilihan hidup lainnya.
Meskipun motivasinya baik menghindarkan anak dari kegagalan penelitian menunjukkan keterlibatan berlebihan dapat menekan kemandirian anak dan menghambat pengembangan kemampuan pemecahan masalah
Mana yang Lebih Seimbang dan Sehat?
Menurut pakar, lighthouse parenting dianggap lebih ideal karena orang tua menetapkan aturan, tetapi tidak menutup semua jalan bagi anak. Mereka memberi dukungan emosional sekaligus memberi kebebasan untuk berkembang. Membangun keberanian dan rasa percaya diri, dengan membiarkan anak membuat keputusan dan menghadapi kesalahan, anak belajar tanggung jawab dan resilien. Lalu parenting ini juga seperti mercusuar, orang tua hadir secara konsisten dan dipercaya anak sebagai “titik aman” di tengah tantangan hidup.
Sementara itu, terlalu banyak “helikopter” bisa membuat anak merasa dikontrol, dan lambat laun anak bisa tergantung pada intervensi orang tua.
Lighthouse parenting adalah perwujudan keseimbangan yang bijak, orang tua adalah penunjuk jalan, bukan pengemudi utama. Mereka berdiri kokoh, memberi cahaya, tapi meyakini anak bisa menavigasi dunia dengan kemampuannya sendiri. Sebaliknya, helicopter parenting meskipun lahir dari cinta dan ketakutan, bisa menjadi penghalang kemandirian.