Inilah Penyebab Anak Tetap Ingin Dekat Setelah Dimarahi
- https://pixabay.com/id/photos/rakyat-satwa-bambu-sahabat-anak-2942907/
Parenting, VIVA Mindset –Pernah merasa heran? Setelah Moms marah atau mengomel, anak justru ingin tetap menempel. Mereka meminta dipeluk atau tidur di dekatmu. Ini bukan tanda anak manja, ya. Ini adalah kebutuhan emosional mendasar. Anak ingin merasa aman dan dicintai lagi.
Kenapa Begitu?
Dilansir dari @parenting asyik di Instagram, kasih sayang Ibu adalah hal paling utama yang anak kenal. Sejak di kandungan, detak jantung Ibu adalah suara paling menenangkan. Pelukan Ibu adalah tempat pertama anak merasa aman dan nyaman. Suara lembut Ibu adalah rumah teraman di dunia.
Anak Tidak Melihat Marahmu
Anak kecil belum paham emosi kompleks seperti marah. Mereka hanya tahu: "Kalau aku dekat Ibu, aku tenang." Mereka mencari cintamu. Pelukan sebelum tidur menjadi "obat" terbaik setelah hari yang penuh drama kecil.
Secara psikologis, kedekatan fisik sangat membantu. Kontak kulit ke kulit melepaskan hormon oksitosin. Hormon ini membuat anak merasa tenang dan terlindungi. Kedekatan ini menurunkan stres dan memperkuat ikatan emosional.
Contoh di Kehidupan Sehari-hari
Bayangkan saat anakmu menumpahkan susu di lantai. Kamu refleks meninggikan suara. Anakmu menangis, tapi beberapa menit kemudian ia merangkak ke pangkuanmu. Ia membenamkan wajah di pelukanmu. Ia sedang mencari tempat kembali, yaitu cinta dan rasa percaya pada Ibunya.
Ingat Selalu Hal Ini
- Marah itu wajar. Namun, jangan biarkan kepercayaan anak hancur. Ini adalah pengingat besar untuk semua Ibu. Anak tetap datang karena "Rasa Cinta dan Percaya Anak" pada Ibunya.
- Maka, perbaiki nada suara. Segera perbaiki situasinya. Berikan pelukan hangat pada anak. Ucapkan maaf dengan tulus atas caramu mengekspresikan marah. Janji untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Tunjukkan bahwa kamu mengakui kesalahanmu. Tindakan ini tidak mengurangi wibawa, justru menunjukkan kedewasaan. Anak belajar tentang tanggung jawab dan memaafkan.
- Tunjukkan cinta itu lagi. Anakmu berhak merasa aman dan dicintai, bahkan setelah ia membuat kesalahan.
Mulai sekarang, jadikan pelukan dan kata maaf sebagai jembatan. Jembatan kembali ke hati anakmu. Jembatan yang menjamin anak tumbuh dengan rasa aman yang utuh. Anak yang merasa aman akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan berempati. Mari berjuang menjadi Ibu yang lebih baik setiap hari.