Berani Melepaskan Itu Kado Terindah Buat Anak

Anak belajar di sekolah
Sumber :
  • https://cdn.pixabay.com/photo/2015/10/16/09/49/schoolboy-990795_1280.jpg

Parenting, VIVA MindsetKamu pasti ingin memberikan yang terbaik bagi buah hati. Perhatian penuh, bantuan di setiap langkah, semuanya dilakukan atas dasar cinta. Karena rasa cinta juga, orang tua begitu melindungi anak sejak dalam kandungan ibunya.

img_title Panduan Lengkap Pemberian MPASI Tepat Waktu untuk Mencegah Stunting pada Usia Tumbuh Emas

 

​Menurut akun di Instagram @parentingasyik, perlu diingat bahwa anak sejak lahir telah mengalami berbagai fase.

img_title Penerapan Pengasuhan Positif dalam Membentuk Karakter dan Perkembangan Otak Anak Usia Dini
  1. ​Fase anak kecil: selalu siap sedia

-        Usia 7 tahun: setiap pagi, tas sekolah sudah terisi. Bekal, pensil runcing, semua sudah disiapkan. Anak hanya perlu mandi, lalu berangkat.

img_title Mengubah Pola Pengasuhan Anak Remaja: Menjadi Mentor dan Membangun Kemandirian Masa Depan

-        Usia 9 tahun: jadwal Pramuka tiba, sepatu, kaus kaki, perlengkapan lain sudah kamu masukkan ke tas. Saat les renang, baju ganti, handuk, kacamata renang, semua sudah rapi di tas. Anak tidak perlu mengecek kelengkapan tasnya.

  1. ​Fase anak dewasa: ketergantungan yang menetap

-        Masuk kuliah: kamu yang mengurus semua. Syarat pendaftaran, fotokopi dokumen, hingga urusan belanja perlengkapan. Anak tidak tahu letak tempat fotokopi terdekat. Mereka bahkan tidak berani bicara pada tim administrasi kampus.

-        Berumah tangga: waktu berlalu, anak menikah. Urusan rumah tangga diserahkan pada pasangannya. Ia bingung menghadapi masalah. Ia tidak terbiasa mengurus apapun. Ia hanya merasa perlu memberi uang.

 

​Dampak Jangka Panjang: Mengambil Alih Panggung

 

​Anak yang terbiasa diurus, akan tumbuh tidak terbiasa mengambil peran. Niat "terlalu banyak membantu" justru membuat orang tua mengambil alih panggung yang seharusnya diisi oleh anak.

 

Saat anak tumbuh ​dewasa, mereka kebingungan. Mereka bisa menjadi pribadi yang gampang cemas dan kurang inisiatif. Kemampuan mereka dalam mengatasi masalah terhambat. Semua itu terjadi karena begitu seringnya orang tua mempersiapkan segala kebutuhan anak sejak kecil.

 

​Solusi: Beri Kesempatan, Biarkan Mereka Terbentur

 

​Ada bagian yang memang harus orang tua "lepaskan". Bagian ini adalah hadiah cinta terbesar.

​Berikan mereka kesempatan. Di sanalah mereka akan belajar. Mereka akan terbentur. Mereka akan terluka. Namun, di situlah mental mereka ditempa.

 

​Setelah ditempa, mereka akan terbentuk. Anak tumbuh mandiri. Mereka mampu memecahkan masalah. Mereka akan menjadi pribadi dewasa yang utuh.

Halaman Selanjutnya
img_title