7 Tips Terbaik Terbang dengan Anak, dari Pramugari Profesional

Ilustrasi naik pesawat bersama sang anak
Sumber :
  • https://unsplash.com/id/foto/seorang-anak-kecil-duduk-di-kursi-di-pesawat-terbang-UcZ3zaQKVBs

Parenting, VIVA Mindset –Terbang bersama anak bisa menjadi pengalaman yang menegangkan ditambah semua persiapan, dan kemudian tantangan saat anak mulai gelisah di dalam pesawat. Namun, para pramugari sudah “jatuh bangun” menghadapi momen-momen seperti itu dan punya trik yang terbukti untuk membuat perjalanan jadi lebih lancar. Dikutip dari laman Parents.com berikut tips dari para awak kabin yang bisa Anda gunakan saat terbang dengan buah hati.

img_title Membaca Fiksi Sejak Dini agar Anak Paham Bencana Bukan Cuma Berita yang Cukup Dihadapi dengan Mindfulness

1.    Bawa Mainan, Permainan, dan Kejutan Kecil

Anak yang sibuk itu artinya orang tua akan lebih tenang. Siapkan mainan baru atau aktivitas yang belum mereka lihat  seperti stiker, puzzle mini, atau paket aktivitas kecil – agar rasa ingin tahu mereka terpancing saat pesawat mulai lepas landas atau melewati area turbulensi.

img_title Mengenal Bullying pada Anak: Jenis, Dampak terhadap Kesehatan Mental, dan Cara Mencegahnya

Selain itu, jika ada layar hiburan di kursi, ajak mereka memilih tombol “Kids” untuk film, musik atau game yang sesuai usia.

2.    Biarkan Anak Bergerak Bila Tanda Sabuk Mati

img_title Mengenal Ms. Rachel dan Metode Viralnya dalam Membantu Speech Delay Anak

Duduk diam terlalu lama bisa membuat anak-anak gelisah atau tantrum. Saat lampu sabuk pengaman sudah padam, biarkan mereka berjalan menyusuri lorong atau berdiri sebentar di dekat toilet (dengan pengawasan) agar kaki dan tubuh mereka tidak kaku.

3.    Siapkan untuk “Ear Equalisation”

Perubahan tekanan saat lepas landas dan mendarat bisa membuat telinga anak sakit atau menangis. Triknya: beri snack atau cangkir dot/susu untuk membantu mereka mengunyah atau menelan yang membantu menyeimbangkan tekanan di telinga. Hal kecil ini bisa mengurangi “drama” saat momen kritis penerbangan.

4.    Siapkan untuk “Ear Equalisation”

Perubahan tekanan saat lepas landas dan mendarat bisa membuat telinga anak sakit atau menangis. Triknya: beri snack atau cangkir dot/susu untuk membantu mereka mengunyah atau menelan yang membantu menyeimbangkan tekanan di telinga. Hal kecil ini bisa mengurangi “drama” saat momen kritis penerbangan.

5.    Kenalkan Sedikit Dunia Pesawat Sebelum Terbang

Agar anak tidak takut atau bingung dengan suara-suara dan gerakan selama penerbangan, baca bersama buku bergambar mengenai pesawat sebelum terbang. Kalau mereka tahu mengapa suara sayap berdengung, atau gerakan ketika pesawat belok, mereka cenderung lebih tenang.

6.    Pertimbangkan Layar (Screen Time) Saat Terbang

Mungkin selama sehari-hari Anda membatasi waktu layar untuk anak. Namun selama penerbangan, biarkan fleksibel: siapkan headphone anak, unduh film/acara yang cocok usia mereka, atau gunakan audiobook sebagai opsi alternatif.

Ini bukan berarti “membiarkan terlalu bebas”, tetapi memberi akses ketika mereka benar-benar butuh aktivitas yang menenangkan.

7.    Tetap Tenang dan Percaya Diri

Sikap orang tua memengaruhi suasana anak. Jika Anda terlihat cemas atau khawatir, anak bisa menangkap dan ikut gelisah. Sebaliknya tampil tenang dan percaya diri akan membantu anak merasa aman dan membuat seluruh penerbangan berjalan lebih mulus. Dan jangan khawatir jika anak berdengung atau membuat suara Anda punya hak membawa keluarga ke ruang publik dan perjalanan itu sah-sah saja.

Menerapkan beberapa atau semua tips dari para profesional penerbangan ini dapat membuat perjalanan bersama anak menjadi lebih menyenangkan bukan hanya untuk Anda sebagai orang tua, tetapi juga untuk si kecil. Karena pada akhirnya, yang penting bukan hanya tujuan terapung di awan, tetapi bagaimana kita membuat kenangan bersama anak gelinding dalam kenyamanan dan rasa aman. Jadi, selamat merencanakan dan selamat terbang!