Ajarkan Anak Tata Cara Menerima Tamu di Rumah

ilustrasi bersama anak menyambut tamu
Sumber :
  • https://vinotiliving.com/blogs/tips-and-inspiration/how-to-surprise-your-guests-with-a-stunning-living-room

Parenting, VIVA Mindset –Suasana menerima tamu di rumah adalah suatu hal sakral yang bisa menjadi fase pendidikan anak. Orang tua dapat secara langsung mendidik anak dengan praktek langsung. Jika ayah bunda mendapat tamu baik tamu formal atau non-formal, ajak anak anda untuk keluar sejenak dari kamarnya, sekedar bertukar sapa, berbincang atau bahkan menyuguhkan hidangan pada tamu.

img_title Kenali Tanda Kecemasan Berlebihan Anak Sejak Dini

Mengajarkan tata cara menerima tamu tidak semudah teori dalam buku. Tetapi, dengan bertemu secara langsung, anak akan belajar sesuai kondisi lapangan. Anak anda akan belajar cara berkomunikasi dengan yang lebih tua, memberi penghormatan, pujian, atau bahkan menambah wawasan pengetahuan si anak pula.

Berikut 4 tahapan yang harus dilalui anak dalam menerima tamu.

img_title Perundungan digital anak

1.       Berpakaian yang pantas

Pinta anak untuk menggunakan pakaian yang rapi, pantas, bersih. Bukan pakaian santai atau bahkan pakaian tidur. Pakaian yang patut disesuaikan dengan budaya menjadi cerminan identitas si anak hingga bahkan orang tua.

img_title Seni Mendengarkan Tanpa Menghakimi Agar Remaja Terbuka

Jangan gunakan pakaian yang bertumpuk. Gunakan pakaian yang sederhana dan tidak menunjukkan kekurangan, seperti berlubang, rusak dsb. Karena pakaian yang rusak jika masih digunakan mengundang kefakiran. Pinta anak anda menggunakan pakaian yang sopan dan nyaman, tidak perlu yang bagus. Selama pakaian itu cukup mendatangkan kenyamanan, bagi yang melihat dan menggenakan.

2.       Tunjukkan gestur tubuh yang baik

Gestur yang baik adalah wujud keramahan sikap. Gestur baik berupa wajah yang ramah, senyum di wajah, berbicara dengan tutur kata yang santun, tidak acuh, atau bahkan memalingkan wajah dari tamu.

Menjawab salam dan bersikap simpatik adalah wujud gestur yang baik. Pinta anak anda untuk bersikap simpatik dengan upaya untuk mendengar cerita atau percakapan dari si tamu. Dengan hal ini, anak anda akan terlatih menjadi lebih professional dalam pertumbuhan karakter dalam dirinya. Anak anda akan mulai mengenali situasi & kondisi

3.       Menjamu sesuai kemampuan dan tidak perlu mengada-ngadakan

Memberi hidangan sudah menjadi standar umum dalam menerima tamu. Sediakan hidangan atau sajian sederhana sesuai kemampuan penerima tamu. Pinta anak anda menyiapkan sajian minuman, seperti teh hangat atau kopi. Anak anda akan mulai belajar menakar minuman dan menyajikan makanan.

Jika sudah selesai, jangan segera membereskan hidangan atas meja. Jangan pinta anak anda segera membereskannya, kecuali jika tamu anda sudah keluar dan rumah, maka, pinta anak anda untuk membereskannya. Hal ini bukan berarti menjadikan anak anda sebagai pembantu. Tetapi, mengajarkan bare minimum dalam penjamuan tamu.

4.       Antarkan sampai pintu halaman ketika tamu sudah mau pulang

Sikap terpuji yang harus dimiliki anak ketika menjamu tamu adalah menemaninya dalam perjalanan pulang. Bukan perjalanan pulang kembali ke rumahnya. Tetapi, menemani sampai di ujung pintu. Atau bahkan jika si tamu membawa mobil pribadi. Pinta si anak untuk menemani tamu sampai benar-benar sudah tidak terlihat lagi

Dengan sikap ini, tamu akan merasa semangat dan terhormat. Tamu akan merasa dianggap berharga. Karena pelayanan dan penghormatan yang baik dari rumah yang dikunjunginya.

            Anak anda tidak akan selamanya menjadi anak-anak. Ia akan menjadi remaja, dewasa sebagaimana anda menjadi orang tua. Jangan manjakan anak untuk berada dalam kamar saja ketika ada tamu. Ajak anak untuk mengenal tamu orang tuanya. Sekedar berbicara dan mengobrol, bisa menjadi dorongan anak untuk menciptakan sikap dan karakter dalam dirinya

            Selain itu, anak akan menjadi belajar tata cara etiket dan tata krama ketika menerima tamu. Apa yang dipelajari anak secara teori, mampu ia praktekkan ketika menghadapi tamu.