Menggali Isi Hati Anak Bikin Hubunganmu Makin Dekat
- https://unsplash.com/id/foto/psikolog-wanita-kaukasia-berbicara-dan-menghibur-seorang-gadis-kecil-yang-sedih-selama-sesi-terapi-anak-gadis-sekolah-dasar-memeluk-
Parenting, VIVA Mindset – Apakah kamu juga termasuk orang tua, yang seringkali terhadap anak hanya bertanya, "Sudah selesai PR-nya?" atau "Gimana sekolahnya?". Padahal, ngobrol dengan anak itu perlu jauh lebih dalam. Ngobrol bukan sekadar formalitas. Ngobrol sebagai kesempatan emas untuk benar-benar memahami mereka.
Dilansir dari @tentanganak_id di Instagram, mari ajaklah anak “bicara mendalam" dengan pertanyaan sederhana yang membuka wawasan, jauh dari rutinitas harian. Ada sejumlah pertanyaan yang dapat dilakukan ke anak, agar kamu lebih mengenali keinginan, harapan, impian dan banyak hal lain dari diri anak.
7 Pertanyaan Efektif
Berikut 7 pertanyaan efektif dari pakar psikologi untuk memicu obrolan yang bermakna dengan si Kecil, lengkap dengan manfaatnya:
- Pertanyaan fantasi dan kekuatan
Pertanyaan: "Kalau kamu jadi superhero, kekuatan apa yang kamu inginkan?"
Manfaat: Pertanyaan ini melatih imajinasi anak. Lebih dari itu, kamu bisa mengetahui keinginan terpendam atau kekhawatiran mereka. Misalnya jika anak ingin kekuatan menghilang, mungkin dia sedang merasa cemas. Lanjutkan dengan, "Kenapa kamu mau kekuatan itu?"
Pertanyaan: "Hal apa yang membuatmu paling senang?"
Manfaat: Ini membantu anak memahami apa yang menyenangkannya. Sebagai orang tua, kamu juga jadi tahu persis kegiatan atau momen apa yang paling berharga bagi si Kecil.
- Pertanyaan minat belajar
Pertanyaan: "Kalau bisa belajar apapun di dunia ini, kamu pengen banget belajar apa?"
Manfaat: Ini adalah petunjuk berharga tentang minat dan bakat anak. Rasa ingin tahu mereka bisa kamu optimalkan. Misalnya jika ia ingin belajar tentang hewan, kamu bisa ajak ia ke kebun binatang atau belikan buku ensiklopedia hewan.
- Pertanyaan harga diri
Pertanyaan: "Kalau kamu bertemu dengan teman baru, bagaimana caramu memperkenalkan diri?"
Manfaat: Kamu bisa mengukur pandangan anak terhadap dirinya sendiri. Ini membantu membangun rasa percaya diri, terutama saat ia menyoroti keunikan yang ia miliki.
- Pertanyaan menghargai kebaikan
Pertanyaan: "Hal baik apa yang kamu lakukan hari ini?"
Manfaat: Ini adalah cara mengenalkan dan menghargai perilaku positif anak. Anak akan terdorong melakukan lebih banyak kebaikan karena merasa dihargai.