Cara Memuji Anak yang Bisa Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak

Pujilah anak dengan bijak
Sumber :
  • https://unsplash.com/id/foto/seorang-wanita-duduk-di-atas-sofa-di-sebelah-seorang-anak-laki-laki-kecil-lhwUU7r361A

Parenting, VIVA Mindset – Memberi pujian kepada anak tampak sederhana, namun jika dilakukan sembarangan bisa justru membuat mereka kurang termotivasi atau merasa hanya diapresiasi karena hasil, bukan usaha. Dikutip dari laman Parents.com, ada beberapa cara yang disarankan agar pujianmu tidak hanya membuat anak senang sesaat, tetapi membangun karakter dan rasa bangga yang tahan lama.

img_title Cara Mengatur Waktu Belajar dan Bermain Anak

Cara-Cara Memuji Anak yang Efektif

1. Pujilah hal yang memang bermakna

img_title Orang Tua Wajib Tahu, Ini Cara Tepat Mengawasi PR Anak

Pujian sebaiknya diberikan untuk pencapaian yang benar-benar penting dan berdampak. Contohnya, bila anak ikut lomba musik dan rutin latihan, atau berhasil menyelesaikan tugas sulit. Pujian untuk hal-hal kecil tetap bagus, tetapi bila semuanya dianggap “luar biasa”, anak bisa menjadi bingung dengan standar pujian.

2. Kenali usaha & proses, bukan hanya hasil akhirnya

img_title Homeschooling atau Sekolah Formal? Ini Pertimbangannya

Selain “bagus sekali sudah menang”, pujian yang lebih efektif adalah yang mengakui kerja keras di balik pencapaian seperti “Luar biasa, kamu latihan tiap hari dan sekarang sudah kelihatan hasilnya.” Anak jadi tahu bahwa usaha terus-menerus berarti dan tidak hanya hasil akhirnya yang penting.

3. Sebutkan rintangan yang sudah dilalui

Bila anak mengalami kesulitan sebelum sukses pasti dia akan melewati kegagalan, harus latihan ekstra, atau mengorbankan waktu bermain, pujian yang menyebut aspek ini akan membuat mereka merasa diapresiasi secara menyeluruh. Misalnya, “Kamu harus melewatkan bermain untuk latihan ekstra, itu menunjukkan kamu sungguh-sungguh ingin berhasil.”

4. Ungkapkan kepercayaan pada kemampuan mereka ke depan

Memberi tahu anak bahwa orang tua yakin mereka bisa mengatasi tantangan atau mencapai hal yang lebih besar membuat mereka tumbuh dengan rasa optimisme. Misalnya, “Aku percaya kamu bisa belajar lagi dan makin baik ke depannya.”

5. Gunakan pujian dalam momen yang tepat

Pujian yang diberikan segera setelah pencapaian atau usaha akan terasa lebih berarti. Jangan tunggu lama, karena jika ditunda, kebahagiaan anak mungkin sudah memudar.

6. Hindari mencampur pujian dengan kritik atau perbandingan

Pujian akan lebih bermakna jika fokus sepenuhnya pada prestasi atau usaha anak, tanpa dibarengi “tetapi” atau “meskipun kamu belum…”. Perbandingan dengan saudara atau teman juga bisa membuat anak merasa tidak unik atau kurang dihargai.

Halaman Selanjutnya
img_title