5 Dampak Kurangnya Perhatian pada Anak dan Cara Mengatasinya

perhatian dari orang tua bukan sekadar kewajiban
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/medium-shot-mother-drawing-paper_14530238.htm

Ini bisa terlihat dari anak yang selalu meragukan kemampuannya, takut mencoba hal baru, atau sebaliknya menjadi perfectionist yang takut membuat kesalahan karena khawatir akan dikecewakan.

img_title Strategi Manajemen Tantrum: Anatomi Emosi dan Teknik Co-Regulation Balita Parenting, Perkembangan Anak

5.      Perilaku Mencari Perhatian yang Negatif

Ketika anak merasa diabaikan, mereka sering mencari perhatian dengan cara yang kurang tepat. Mereka mungkin menjadi nakal, agresif, mengganggu di kelas, atau menunjukkan perilaku mundur ke tahap perkembangan sebelumnya.

img_title Mengurai Pola Asuh: Dampak Gaya Autoriter vs. Demokratis terhadap Karakter Anak

Logika anak sederhana: "Lebih baik dimarahi daripada diabaikan sama sekali." Sayangnya, ini menciptakan siklus negatif di mana orang tua semakin kesal dan anak semakin merasa tidak dicintai.

Cara Praktis Memberikan Perhatian Bermakna

img_title Menjaga Mental Parents: Panduan Atasi Burnout Pengasuhan Anak

-          Tunjukkan Minat Sungguh-sungguh pada Dunia Anak

Ketika anakmu bercerita tentang temannya di sekolah, game yang dimainkan, atau bahkan tentang semut yang dilihatnya di taman, dengarkan dengan antusias. Meski topiknya tampak sepele bagimu, bagi anak itu adalah hal penting yang ingin dibagikan.

Contoh: "Wah, cerita dong lebih detail tentang game yang kamu mainkan tadi. Mama penasaran, gimana cara mainnya?"

 

 

 

-          Buat Ritual dan Rutinitas Khusus

Ciptakan momen-momen sederhana tapi bermakna yang menjadi tradisi keluarga. Misalnya, membaca cerita sebelum tidur, membuat sarapan bersama di weekend, atau jalan-jalan ke taman setiap Minggu sore.

Rutinitas ini memberikan rasa aman dan menunjukkan bahwa waktu bersama anak adalah prioritas yang tidak bisa diganggu gugat.

-          Berikan Perhatian Positif, Bukan Hanya Saat Ada Masalah

Sering kali kita hanya memberikan perhatian intens saat anak berbuat salah. Sebaliknya, berilah perhatian dan pujian saat anak menunjukkan perilaku baik, meski hal kecil.

"Papa lihat kamu sabar banget nunggu giliran tadi. Papa bangga sama kamu!" Pujian spesifik seperti ini jauh lebih bermakna daripada sekadar "good job".

-          Hadir Secara Emosional Meski Fisik Sibuk

Kadang memang tidak bisa menghindari kesibukan, tapi kamu bisa tetap "hadir" secara emosional. Saat memasak sambil anak bercerita, sesekali tatap matanya dan beri respons yang menunjukkan kamu mendengarkan.

Atau saat bekerja dari rumah, bilang ke anak: "Mama lagi meeting sampai jam 3, tapi setelah itu kita main ya. Ada yang mau kamu ceritakan nanti?"

Halaman Selanjutnya
img_title