Mengapa Anak Lebih Sering Tantrum kepada Ibu daripada Ayah? ini Alasannya

Pelukan ibu menjadi tempat anak mengekspresikan emosi
Sumber :
  • https://www.pexels.com/photo/a-grandmother-carrying-a-child-5480261/

Parenting, VIVA MindsetTidak sedikit orang tua yang merasa heran ketika anak tampak lebih sering menangis, marah, atau tantrum di depan ibu dibandingkan ayah. Padahal, saat bersama ayah atau pengasuh lain, anak justru terlihat lebih tenang. Kondisi ini sering membuat ibu merasa gagal dalam mengasuh, padahal kenyataannya tidak selalu demikian.

img_title Jangan Langsung Panik! ini Cara Merawat Bayi Kena Flu di Rumah Agar Si Kecil Tetap Nyaman

Para ahli menyebut bahwa perilaku tersebut justru berkaitan dengan rasa aman yang dimiliki anak terhadap ibunya. Dilansir dari healthychildren.org, anak cenderung lebih bebas mengekspresikan emosinya kepada orang yang paling dipercaya dan membuatnya merasa aman. Karena itu, tantrum di hadapan ibu bukan berarti anak tidak menyayanginya, melainkan karena ia merasa dapat menunjukkan perasaannya tanpa takut ditolak.

 

img_title Ciri-Ciri Anak Kena Flu Singapura dan Bedanya dengan Cacar Air, Orang Tua Wajib Tahu!

Anak Merasa Paling Aman Bersama Ibu

Sejak bayi, ibu umumnya menjadi sosok yang paling banyak menghabiskan waktu bersama anak. Kedekatan ini membentuk ikatan emosional yang kuat sehingga anak menjadikan ibu sebagai tempat paling nyaman untuk mengekspresikan berbagai emosi.

img_title Anemia pada Remaja Putri: Apa Sih Pengaruhnya di Masa Depan?

Menurut healthychildren.org, anak akan lebih mudah meluapkan rasa lelah, kecewa, sedih, atau frustrasi kepada orang yang dianggap mampu menerimanya apa adanya. Hal ini merupakan bagian dari proses perkembangan emosional yang normal.

Karena itulah, tidak jarang anak terlihat ceria di sekolah atau saat bermain, tetapi langsung menangis atau tantrum begitu bertemu ibunya di rumah.

 

Tantrum Adalah Cara Anak Berkomunikasi

Anak usia balita belum memiliki kemampuan mengelola emosi seperti orang dewasa. Ketika merasa lapar, lelah, kecewa, atau kesulitan mengungkapkan keinginannya, mereka sering menggunakan tangisan atau tantrum sebagai bentuk komunikasi.

Dilansir dari cdc.gov, kemampuan mengendalikan emosi berkembang secara bertahap seiring bertambahnya usia. Oleh sebab itu, tantrum merupakan bagian yang umum terjadi dalam proses tumbuh kembang anak, terutama pada usia satu hingga empat tahun.

Orang tua perlu memahami bahwa di balik perilaku tersebut, anak sebenarnya sedang membutuhkan bantuan untuk mengenali dan mengelola emosinya.

 

Ibu Biasanya Menjadi Pengasuh Utama

Di banyak keluarga, ibu masih menjadi sosok yang paling sering mendampingi anak dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari makan, bermain, hingga menemani tidur. Intensitas kebersamaan yang tinggi membuat ibu lebih sering menyaksikan berbagai perubahan suasana hati anak.

Halaman Selanjutnya
img_title