Silent Treatment dalam Keluarga, Benarkah Berdampak pada Perkembangan Anak?
- https://depositphotos.com/id/photos/bossy-mother.html
Parenting, VIVA Mindset –Setiap orang tentu pernah merasa marah atau kecewa terhadap perilaku anak. Dalam situasi seperti itu, tidak sedikit yang memilih diam dan menghentikan komunikasi untuk sementara. Namun, bagaimana jika sikap diam tersebut dilakukan dengan tujuan menghukum anak atau membuatnya merasa bersalah? Kondisi inilah yang dikenal sebagai silent treatment.
Banyak orang menganggap silent treatment sebagai cara mendisiplinkan anak yang lebih baik dibandingkan membentak atau memberikan hukuman fisik. Padahal, berbagai ahli menilai bahwa pengabaian emosional yang dilakukan secara sengaja dapat meninggalkan luka yang tidak terlihat. Jika terjadi berulang kali, dampaknya tidak hanya dirasakan saat anak masih kecil, tetapi juga dapat memengaruhi cara mereka memandang diri sendiri dan menjalin hubungan dengan orang lain ketika dewasa.
Apa Itu Silent Treatment?
Dilansir dari Cleveland Clinic, silent treatment adalah tindakan sengaja menghentikan komunikasi atau mengabaikan seseorang. Perilaku ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari tidak menjawab ketika diajak berbicara, menghindari kontak mata, hingga berpura-pura seolah orang tersebut tidak ada.
Namun, penting untuk membedakan silent treatment dengan mengambil waktu sejenak untuk menenangkan diri (cooling down). Mengambil jeda setelah konflik merupakan hal yang wajar selama disertai penjelasan, misalnya dengan mengatakan, “Ibu butuh waktu sebentar untuk menenangkan diri, nanti kita lanjutkan berbicara.” Sebaliknya, silent treatment dilakukan tanpa penjelasan dan digunakan sebagai cara untuk menghukum, mengendalikan, atau membuat orang lain merasa bersalah.
Dalam hubungan orang tua dan anak, situasi ini dapat membuat anak merasa bingung. Mereka belum memiliki kemampuan emosional yang matang untuk memahami bahwa orang tua sedang marah atau membutuhkan waktu sendiri. Yang mereka rasakan justru adalah diabaikan oleh orang yang paling mereka percaya.
Anak Tidak Hanya Merasa Sedih, tetapi Juga Merasa Ditolak
Perasaan diabaikan ternyata dapat memberikan dampak yang lebih besar daripada yang dibayangkan. Dikutip dari Psychology Today, silent treatment yang digunakan untuk menghukum atau mengontrol seseorang termasuk salah satu bentuk emotional abuse atau kekerasan emosional.