5 Cara Bikin Anak Lebih Fokus Tanpa Bentak-Bentak

Tips mengajari anak yang susah fokus
Sumber :
  • Photo by Andrea Piacquadio: https://www.pexels.com/photo/elder-sister-and-brother-studying-at-home-3769981/

Parenting, VIVA Mindset –Menghadapi anak yang sulit fokus sering kali membuat orang tua frustrasi. Tidak jarang, solusi yang diambil adalah memarahi atau memaksa anak untuk duduk diam dan belajar lebih lama. Padahal, cara seperti ini justru bisa membuat anak semakin tertekan dan kehilangan minat belajar.

img_title Panduan Lengkap Pemberian MPASI Tepat Waktu untuk Mencegah Stunting pada Usia Tumbuh Emas

Faktanya, kemampuan fokus anak berkembang secara bertahap dan sangat dipengaruhi oleh lingkungan serta pola pengasuhan. Kabar baiknya, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu meningkatkan fokus anak tanpa perlu bentakan.

Batasi durasi belajar, jangan terlalu lama

img_title Penerapan Pengasuhan Positif dalam Membentuk Karakter dan Perkembangan Otak Anak Usia Dini

Dilansir dari Verywell Family, anak memiliki rentang perhatian yang terbatas sesuai usianya. Memaksa anak belajar terlalu lama justru membuat mereka cepat bosan. Cobalah gunakan metode belajar singkat, misalnya 20–30 menit belajar lalu istirahat sejenak.

Ciptakan lingkungan belajar yang minim distraksi

img_title Mengubah Pola Pengasuhan Anak Remaja: Menjadi Mentor dan Membangun Kemandirian Masa Depan

Lingkungan yang ramai atau penuh gangguan dapat membuat anak sulit berkonsentrasi. Dilansir dari Child Mind Institute, ruang belajar yang rapi dan tenang dapat membantu anak mempertahankan perhatian lebih lama. Jauhkan gadget, televisi, atau mainan saat waktu belajar.

Libatkan aktivitas fisik

Anak yang terlalu lama duduk cenderung kehilangan fokus. Aktivitas fisik seperti bermain di luar, berlari, atau olahraga ringan dapat membantu meningkatkan aliran darah ke otak. Hal ini dikutip dari CDC, yang menyebutkan bahwa aktivitas fisik berperan dalam meningkatkan konsentrasi dan performa akademik anak.

Bangun rutinitas yang konsisten

Rutinitas harian membantu anak merasa lebih terstruktur dan terbiasa dengan pola tertentu. Misalnya, waktu khusus untuk belajar, bermain, dan istirahat. Anak yang memiliki rutinitas cenderung lebih mudah fokus karena mereka tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Berikan jeda dan apresiasi

Fokus bukan sesuatu yang bisa dipaksakan terus-menerus. Anak juga membutuhkan jeda untuk mengisi ulang energi mereka. Selain itu, jangan lupa memberikan apresiasi ketika anak berhasil menyelesaikan tugasnya. Pujian sederhana dapat meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri anak.

Selain lima cara di atas, penting bagi orang tua untuk menjaga komunikasi yang baik dengan anak. Alih-alih memarahi, cobalah memahami apa yang membuat mereka kehilangan fokus. Bisa jadi anak sedang lelah, bosan, atau bahkan merasa kesulitan dengan materi yang dipelajari.

Halaman Selanjutnya
img_title