Nice Guy Trope, Entitlement yang Ditampilkan secara Gamblang dalam Film Obsession
- https://www.instagram.com/reel/DYAOaDYvEnJ/?igsh=MTV0ZjB0ZDN1ZHEwaQ==
Film, VIVA Mindset –Obsession, film horor arahan Curry Barker yang dibintangi Michael Johnston dan Inde Navarrette, tampak seperti kisah kutukan ala Monkey's Paw pada pandangan pertama. Namun di balik jump scare dan darahnya, film ini menyimpan kritik tajam terhadap satu sosok yang selama ini dianggap aman dalam budaya populer, yaitu si nice guy. Dikutip dari Refinery29, sutradara Curry Barker memperluas premis klasik permintaan yang membawa petaka menjadi komentar sosial tentang siapa yang sebenarnya paling ditakuti perempuan, yaitu laki-laki di sekitar mereka.
Cerita berpusat pada Baron alias Bear (Michael Johnston), pegawai toko musik yang naksir rekan kerjanya, Nikki (Inde Navarrette), namun tak pernah berani mengungkapkannya. Alih-alih jujur soal perasaannya, Bear membeli mainan bernama One Wish Willow dan diam-diam mengucapkan satu permintaan agar Nikki mencintainya melebihi siapa pun di dunia. Permintaan itu terkabul, tetapi bukan cinta yang tulus yang didapat Bear, melainkan obsesi yang mengerikan dan mengorbankan banyak nyawa di sekitarnya.
Kedok Nice Guy yang Selama Ini Diromantisasi
Sosok nice guy seperti Bear sebenarnya bukan hal baru dalam budaya populer. Trope ini justru sering dikemas sebagai karakter yang layak dicintai, misalnya Ted Mosby dalam How I Met Your Mother dan Ross Geller dalam Friends. Dilansir dari WFU Mediaphiles, karakter seperti Ted berbahaya justru karena tampak memiliki niat baik sehingga ikut melanggengkan standar tidak masuk akal yang dibebankan kepada perempuan, padahal di balik itu ia kerap bersikap posesif dan gemar mengoreksi orang lain.
Ynetnews turut menyoroti pola serupa lewat sejumlah karakter televisi. Menurut artikel tersebut, Ted digambarkan sebagai sosok romantis yang gigih, namun kerap memanipulasi emosi perempuan dan memperlakukan pasangannya layaknya proyek pribadi untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, sementara Ross tampak lembut dan baik hati tetapi pada akhirnya menuntut dunia menyesuaikan diri dengannya. Pola yang sama terlihat pada perilaku Bear di Obsession, sebab kebaikan yang ia tunjukkan kepada Nikki sejak awal sebenarnya adalah investasi untuk mendapatkan sesuatu, bukan ketulusan tanpa syarat.