Jadilah Orang Tua yang Pemilih Saat Menitipkan Anak

Jadilah orang tua yang pemilih saat menitipkan anak
Sumber :
  • https://images.pexels.com/photos/18191114/pexels-photo-18191114.jpeg

Parenting, VIVA Mindset – Menitipkan anak kepada orang lain, baik di daycare, pengasuh, maupun tempat penitipan anak (TPA) bukan keputusan kecil. Bagi sebagian orang tua yang juga bekerja, menitipkan anak adalah kebutuhan. Namun, kebutuhan ini tetap harus dibarengi dengan ketelitian dan sikap selektif. Jangan sampai karena terburu-buru, anak justru berada di lingkungan yang tidak aman.

img_title Cara Mengatur Waktu Belajar dan Bermain Anak

Menjadi orang tua yang pemilih saat menitipkan anak bukan berarti terlalu curiga. Justru itu bentuk tanggung jawab, karena anak belum mampu menjaga dirinya sendiri. Orang tualah yang harus memastikan bahwa tempat yang dipilih benar-benar layak.

Mengapa Harus Selektif?

img_title Orang Tua Wajib Tahu, Ini Cara Tepat Mengawasi PR Anak

Beberapa kasus kekerasan dan kelalaian di tempat penitipan anak di Indonesia menjadi pengingat bahwa orang tua tidak boleh asal memilih. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menegaskan bahwa anak berhak mendapatkan perlindungan terbaik di mana pun, termasuk di layanan penitipan anak.

Berikut hal-hal yang wajib dicek sebelum menitipkan anak.

img_title Homeschooling atau Sekolah Formal? Ini Pertimbangannya

1. Pastikan legalitas dan izin operasional

Jangan ragu bertanya apakah daycare atau TPA tersebut memiliki izin resmi. Tempat yang legal biasanya lebih mudah diawasi pemerintah dan mengikuti standar tertentu.

Jika tempat penitipan tidak jelas statusnya, sebaiknya pikirkan ulang.

2. Perhatikan keamanan lingkungan

Lihat langsung kondisi tempatnya. Pastikan pintu dan pagar aman, tidak ada benda berbahaya di area bermain, stop kontak tertutup, area bersih dan rapi, dan ada pengawasan yang cukup.

Lingkungan yang aman adalah kebutuhan dasar anak.

3. Kenali pengasuhnya

Anak akan banyak berinteraksi dengan pengasuh. Karena itu, penting melihat bagaimana sikap mereka. Pilihlah pengasuh yang ramah dan sabar, tidak mudah marah, responsif saat anak menangis, komunikatif kepada orang tua, serta menyayangi anak dengan tulus.

KPAI juga pernah menyoroti pentingnya pengasuh yang memiliki kompetensi dan sertifikasi dalam pengasuhan anak.

4. Lihat rasio anak dan pengasuh

Jika satu pengasuh menangani terlalu banyak anak, perhatian bisa terbagi dan pengawasan berkurang. Semakin seimbang jumlah anak dan pengasuh, biasanya semakin baik kualitas pengawasan.

5. Tanyakan rutinitas harian anak

Halaman Selanjutnya
img_title