Mengenal Speech Delay pada Anak: Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
- https://www.pexels.com/id-id/foto/pria-laki-laki-lelaki-gadis-10565582/
Parenting, VIVA Mindset – Setiap orang tua tentu menantikan momen ketika buah hatinya mulai mengucapkan kata-kata pertama seperti "Mama" atau "Papa". Namun, tidak semua anak memiliki kecepatan bicara yang sama. Kondisi di mana anak mengalami keterlambatan dalam kemampuan bicara dan bahasa dibandingkan teman sebayanya disebut dengan Speech Delay.
Apa Itu Speech Delay?
Dilansir dari Halodoc, Speech delay adalah keterlambatan pada kemampuan bahasa ekspresif yaitu kemampuan memproduksi suara dan kata atau bahasa reseptif yaitu kemampuan memahami informasi. Penting untuk diingat bahwa bicara dan bahasa adalah dua hal yang berbeda. Bicara berkaitan dengan pembentukan suara, sedangkan bahasa berkaitan dengan proses memberi dan menerima informasi.
Tanda-Tanda yang Harus Diwaspadai
Orang tua perlu melakukan observasi jika anak menunjukkan tanda-tanda berikut:
- Usia 12 Bulan: Tidak menggunakan gestur, seperti melambai atau menunjuk benda.
- Usia 18 Bulan: Lebih suka berkomunikasi dengan gerakan tubuh daripada suara, serta sulit menirukan suara.
- Usia 24 Bulan: Hanya bisa menirukan kata atau suara tetapi tidak bisa menghasilkan kata atau frasa secara spontan.
- Usia 3 Tahun: Ucapan anak sulit dimengerti oleh orang lain di luar anggota keluarga inti.
Penyebab Umum Keterlambatan Bicara
- Gangguan Pendengaran: Anak yang tidak bisa mendengar dengan baik akan kesulitan meniru dan memahami kata-kata.
- Kurangnya Stimulasi: Anak jarang diajak berinteraksi atau mengobrol secara dua arah oleh orang di sekitarnya.
- Paparan Layar atau Screen Time Berlebih: Menonton televisi atau gawai terlalu lama memberikan komunikasi satu arah yang menghambat perkembangan komunikasi sosial anak.
- Masalah Mulut: Kelainan pada lidah atau langit-langit mulut atau tongue-tie yang menghambat pergerakan lidah untuk berbicara.
Langkah Praktis Mestimulasi Anak di Rumah
Jangan panik jika anak mengalami keterlambatan ringan. Anda bisa mencoba langkah berikut:
- Ajak Mengobrol Terus-menerus: Ceritakan setiap aktivitas yang sedang dilakukan, misalnya saat memandikan atau menyuapi anak.
- Membaca Buku Cerita: Bacakan buku dengan intonasi yang menarik dan ajak anak menunjuk gambar.
- Bernyanyi Bersama: Musik dan lagu anak-anak sangat efektif untuk memperkenalkan rima dan kosa kata baru.