Anak 2 Tahun Belum Bisa Bicara, Speech Delay atau Late Talker?
- https://www.pexels.com/photo/a-mother-talking-to-her-child-7078729/
Parenting, VIVA Mindset – Memasuki usia dua tahun, kemampuan bicara anak menjadi salah satu indikator penting dalam tumbuh kembang. Di tahap ini, anak umumnya sudah mulai memiliki kosakata sederhana dan perlahan belajar menggabungkan kata untuk menyampaikan keinginannya.
Namun dalam praktiknya, tidak semua anak berkembang di waktu yang sama. Ada yang sudah cukup aktif berbicara, ada juga yang masih terbatas pada beberapa kata atau lebih sering menggunakan gestur. Perbedaan ini sering memunculkan pertanyaan, apakah masih termasuk variasi normal atau sudah perlu perhatian lebih. Tanpa pemahaman yang tepat, orang tua bisa terlalu cepat menganggap wajar, atau sebaliknya, terlalu cepat merasa khawatir.
Perbedaan Speech Delay dan Late Talker
Meski terdengar mirip, perbedaan antara late talker dan speech delay terletak pada lebih dari sekadar jumlah kata yang diucapkan anak. Yang perlu diperhatikan justru adalah bagaimana anak memahami bahasa dan merespons interaksi di sekitarnya, karena dari sinilah arah penanganan akan berbeda.
Apa Itu Late Talker?
Late talker umumnya merujuk pada anak usia sekitar 18 hingga 30 bulan yang memiliki jumlah kosakata lebih sedikit dari yang diharapkan, tetapi perkembangan di area lain tetap berjalan sesuai usia. Anak dalam kategori ini biasanya menunjukkan beberapa hal berikut:
1. Mampu memahami bahasa dengan cukup baik, termasuk mengikuti instruksi sederhana dan merespons saat dipanggil
2. Menggunakan gestur seperti menunjuk, melambaikan tangan, atau mengangguk untuk berkomunikasi
3. Tetap terlibat secara sosial, baik dengan orang tua maupun anak lain
4. Menunjukkan minat untuk meniru suara atau tindakan, meskipun belum banyak mengucapkan kata
Sebagian late talker memang bisa mengejar ketertinggalannya seiring waktu. Namun, tanpa stimulasi yang tepat, sebagian anak tetap berisiko mengalami kesulitan bahasa di tahap berikutnya.
Apa Itu Speech Delay?
Berbeda dengan late talker, speech delay atau keterlambatan bicara melibatkan hambatan yang lebih luas dan tidak hanya terbatas pada jumlah kosakata. Anak dengan kondisi ini bisa mengalami beberapa kesulitan berikut:
1. Sulit memahami kata atau mengikuti instruksi sederhana
2. Kesulitan menyusun kata atau berkomunikasi secara efektif