Datsun Go vs Rival LCGC: Mesin Bertenaga, Tapi Kok Gagal di Pasaran?
- Ist
Baru pada versi facelift 2018, fitur keselamatan mulai diperbaiki.
2. Interior yang Terasa Murahan
Material plastik keras yang mendominasi kabin serta fitur yang sangat minim membuatnya kalah dalam kenyamanan dibandingkan kompetitor.
3. Citra "Mobil Murah" yang Sulit Ditebus
Salah satu faktor utama kegagalan Datsun adalah branding-nya sebagai mobil murah.
Berbeda dengan Toyota dan Honda yang masih mempertahankan kesan premium meski di segmen LCGC, Datsun terlanjur dicap sebagai mobil 'kelas bawah'.
4. Suspensi Kurang Nyaman
Meski memiliki performa mesin yang cukup baik, suspensi Datsun Go dianggap terlalu empuk sehingga kurang stabil saat dikendarai dengan kecepatan tinggi.
5. Posisi Berkendara Kurang Ergonomis
Posisi duduk yang terlalu rendah dan dashboard yang tinggi membuat visibilitas pengemudi terbatas, yang bisa mengurangi kenyamanan dalam berkendara.
Akhir Kiprah Datsun di Indonesia
Penjualan Datsun Go yang terus menurun membuat Nissan akhirnya mengambil keputusan untuk menghentikan produksi pada 2020.
Pada 2022, Nissan bahkan resmi mematikan merek Datsun secara global.
Keputusan ini diambil setelah melihat persaingan yang semakin ketat di segmen LCGC, di mana Toyota, Honda, dan Daihatsu masih mendominasi.
Meskipun gagal di pasaran, Datsun Go tetap memiliki tempat tersendiri bagi sebagian pecinta otomotif, terutama karena mesinnya yang cukup bertenaga. Kini, mobil ini bisa menjadi opsi mobil bekas yang menarik bagi mereka yang mencari kendaraan murah dengan performa cukup baik.*AT