Datsun Go vs Rival LCGC: Mesin Bertenaga, Tapi Kok Gagal di Pasaran?

Mobil LCGC Datsun Go.
Sumber :
  • Ist

Baru pada versi facelift 2018, fitur keselamatan mulai diperbaiki.

img_title Eksodus Red Bull Berlanjut? Kepala Strategi Hannah Schmitz Kini Jadi Target Ferrari

2. Interior yang Terasa Murahan

Material plastik keras yang mendominasi kabin serta fitur yang sangat minim membuatnya kalah dalam kenyamanan dibandingkan kompetitor.

img_title Andrea Stella Dirumorkan Kembali ke Ferrari Usai McLaren Rekrut Gianpiero Lambiase

3. Citra "Mobil Murah" yang Sulit Ditebus

Salah satu faktor utama kegagalan Datsun adalah branding-nya sebagai mobil murah.

img_title Debut di Amerika Utara, Formula 2 Tambah Miami dan Montreal ke Kalender 2026

Berbeda dengan Toyota dan Honda yang masih mempertahankan kesan premium meski di segmen LCGC, Datsun terlanjur dicap sebagai mobil 'kelas bawah'.

4. Suspensi Kurang Nyaman

Meski memiliki performa mesin yang cukup baik, suspensi Datsun Go dianggap terlalu empuk sehingga kurang stabil saat dikendarai dengan kecepatan tinggi.

5. Posisi Berkendara Kurang Ergonomis

Posisi duduk yang terlalu rendah dan dashboard yang tinggi membuat visibilitas pengemudi terbatas, yang bisa mengurangi kenyamanan dalam berkendara.

Akhir Kiprah Datsun di Indonesia

Penjualan Datsun Go yang terus menurun membuat Nissan akhirnya mengambil keputusan untuk menghentikan produksi pada 2020.

Pada 2022, Nissan bahkan resmi mematikan merek Datsun secara global.

Keputusan ini diambil setelah melihat persaingan yang semakin ketat di segmen LCGC, di mana Toyota, Honda, dan Daihatsu masih mendominasi.

Meskipun gagal di pasaran, Datsun Go tetap memiliki tempat tersendiri bagi sebagian pecinta otomotif, terutama karena mesinnya yang cukup bertenaga. Kini, mobil ini bisa menjadi opsi mobil bekas yang menarik bagi mereka yang mencari kendaraan murah dengan performa cukup baik.*AT