Anak Demam Tinggi? Waspada, Bisa Jadi Tanda DBD yang Fatal

Ilustrasi seorang ibu merawat anaknya yang sedang sakit
Sumber :
  • https://www.pexels.com/photo/woman-checking-the-boy-s-body-temperature-7641227/

Parenting, VIVA MindsetDemam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Penyakit akibat virus dengue ini ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti dan sering menyerang anak-anak serta kelompok usia produktif.

img_title Memahami Akar Masalah Kehilangan Motivasi Belajar Anak

 

Dokter Spesialis Anak Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Venty, Sp.A, CIMI, menekankan bahwa orang tua perlu waspada karena DBD pada anak dapat berkembang cepat dan berisiko berakibat fatal jika terlambat ditangani.

img_title Wajib Tahu! Cara Asyik Ajari Anak Menulis dan Berhitung

 

“DBD pada anak seringkali berkembang cepat. Deteksi dini dan pemberian cairan yang cukup bisa sangat membantu mencegah kondisi menjadi lebih berat,” ujar dr. Venty dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 17 September 2025. Seperti dikutip dari antaranews.com

img_title Seni Mengajar Tanpa Membuat Anak Tertekan

 

Nyamuk betina Aedes aegypti dapat menggigit berulang kali dengan jarak terbang sekitar 100–200 meter. Mereka sering bersembunyi di pakaian yang tergantung, kolong meja, atau tempat gelap di dalam rumah. Dalam waktu 7–10 hari, telur nyamuk di air bersih yang tidak terkelola dapat berubah menjadi nyamuk dewasa yang siap menularkan virus dengue.

 

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa 73 persen kasus dengue terjadi pada usia 5–44 tahun, dengan kematian terbanyak pada anak usia 5–14 tahun. Kondisi ini menjadikan keluarga berperan penting dalam pencegahan maupun penanganan dini.

 

Menurut dr. Venty, jika anak mengalami demam, tindakan awal yang bisa dilakukan di rumah meliputi:

-       Memberikan cairan cukup agar anak tidak dehidrasi.

-       Mengompres dengan air hangat untuk menurunkan suhu tubuh.

-       Memberikan obat penurun panas sesuai anjuran dokter.

-       Segera membawa anak ke fasilitas kesehatan bila muncul tanda bahaya seperti perdarahan, muntah terus-menerus, atau kondisi lemas.

 

Upaya pencegahan utama adalah menjaga lingkungan rumah melalui gerakan 3M Plus:

-       Menguras tempat penampungan air secara rutin.

-       Menutup rapat wadah air.

-       Mendaur ulang barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk.

 

Tambahan langkah lain dapat berupa menaburkan larvasida, menggunakan kelambu, serta memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi. Melibatkan anak dalam menjaga kebersihan rumah juga menjadi bentuk edukasi dini yang bermanfaat.

 

Selain menjaga kebersihan lingkungan, vaksinasi dengue direkomendasikan sebagai perlindungan tambahan bagi anak mulai usia 4 tahun hingga dewasa usia 60 tahun.

Halaman Selanjutnya
img_title