Vaksinasi Campak, Langkah Kecil dengan Manfaat Besar bagi Anak

Ilustrasi seorang anak bermain balon di luar rumah
Sumber :
  • https://www.pexels.com/photo/close-up-portrait-of-girl-333529/

Parenting, VIVA MindsetCampak sering dianggap hanya penyakit masa kecil dengan gejala demam dan ruam kulit. Namun, di balik itu, campak bisa menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak (ensefalitis), hingga kematian.

img_title Kebiasaan Membaca Variatif agar Anak Tak Tumbuh Jadi Sosok yang Meremehkan Pendapat Pakar

Inilah alasan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus mengingatkan orang tua agar tidak menunda pemberian imunisasi campak. Kepala Biro Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menegaskan bahwa vaksin campak diberikan sebanyak tiga kali untuk perlindungan optimal.

 

img_title Membaca Fiksi Sejak Dini agar Anak Paham Bencana Bukan Cuma Berita yang Cukup Dihadapi dengan Mindfulness

“Imunisasi campak diberikan pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat anak duduk di kelas 1 SD/MI atau sederajat. Anak yang tidak bersekolah pun tetap harus mendapatkan imunisasi ini,” jelas Aji di Jakarta, Sabtu, 13 September 2025. Seperti dikutip dari antaranews.com

 

img_title Mengenal Bullying pada Anak: Jenis, Dampak terhadap Kesehatan Mental, dan Cara Mencegahnya

Campak termasuk penyakit dengan tingkat penularan yang sangat tinggi. Nilai reproduction number (R0) campak berada di angka 12–18, yang berarti satu orang penderita bisa menularkan penyakit ini kepada 12–18 orang lain yang rentan.

Virus campak menyebar melalui droplet yang keluar saat penderita batuk, bersin, berbicara, atau bahkan sekadar bernapas. Gejala khasnya berupa demam tinggi lebih dari tiga hari, ruam merah yang muncul dari belakang telinga, disertai batuk, pilek, dan mata merah.

Meski sebagian besar penderita dapat sembuh, campak bisa berakibat fatal bagi kelompok rentan. Komplikasi yang ditimbulkan antara lain infeksi telinga, diare, pneumonia, gizi buruk, kerusakan otak, kehilangan pendengaran, hingga kebutaan.

 

“Kematian akibat campak sebagian besar disebabkan oleh komplikasi seperti diare, pneumonia, dan ensefalitis,” ujar Aji.

 

Kemenkes juga memperkuat upaya surveilans dengan menggunakan definisi operasional minimal berupa gejala demam dan ruam merah, agar penemuan kasus dapat dilakukan lebih cepat. Hal ini penting untuk memutus rantai penularan dan mencegah meluasnya wabah.

Namun, langkah paling efektif tetaplah imunisasi. Dengan pemberian vaksin campak lengkap, anak-anak terlindungi dari ancaman komplikasi serius sekaligus membantu melindungi komunitas dari penyebaran penyakit.

Imunisasi campak bukan sekadar prosedur medis, melainkan investasi kesehatan jangka panjang bagi anak. Dengan melengkapi jadwal vaksinasi, orang tua telah memberikan perisai kuat bagi buah hati mereka dari salah satu penyakit paling menular di dunia.

Halaman Selanjutnya
img_title