Imunisasi Campak 3 Kali, Perisai Anak dari Penyakit Mematikan

Ilustrasi seorang anak yang bermain di luar rumah
Sumber :
  • https://www.pexels.com/photo/boy-jumping-near-grass-at-daytime-1104014/

Parenting, VIVA Mindset –Campak bukanlah penyakit biasa. Meski sering dianggap hanya sebagai penyakit masa kecil dengan gejala ruam merah dan demam, faktanya campak bisa berkembang menjadi kondisi serius, bahkan mengancam nyawa.

img_title Cara Mengatur Waktu Belajar dan Bermain Anak

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan kembali pentingnya setiap anak mendapatkan vaksin campak secara lengkap. Kepala Biro Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menegaskan bahwa imunisasi campak harus diberikan sebanyak tiga kali untuk memberikan perlindungan optimal.

 

img_title Orang Tua Wajib Tahu, Ini Cara Tepat Mengawasi PR Anak

“Imunisasi campak diberikan pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat anak duduk di kelas 1 SD/MI atau sederajat. Anak yang tidak bersekolah pun tetap harus mendapatkannya,” ujar Aji di Jakarta, Sabtu, 13 September 2025. Seperti dikutip dari antaranews.com

 

img_title Homeschooling atau Sekolah Formal? Ini Pertimbangannya

Campak merupakan salah satu penyakit paling menular di dunia. Dengan angka reproduksi dasar (R0) mencapai 12–18, satu kasus campak bisa menulari belasan orang lain yang belum memiliki kekebalan. Penularannya terjadi melalui droplet dari hidung, mulut, atau tenggorokan penderita saat batuk, bersin, atau berbicara.

Gejala awal biasanya berupa demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah, diikuti ruam merah (makulopapular) yang muncul dari belakang telinga dan menyebar ke seluruh tubuh. Namun di balik gejala itu, campak dapat menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak (ensefalitis), hingga kematian.

Tak hanya itu, campak juga berisiko menyebabkan diare berkepanjangan, gizi buruk, infeksi telinga, kerusakan otak, kehilangan pendengaran, bahkan gangguan penglihatan.

Menurut Aji, sebagian besar penderita campak memang bisa sembuh tanpa pengobatan, terutama mereka yang telah memiliki kekebalan dari imunisasi lengkap. Namun pada populasi rentan, penyakit ini bisa berujung fatal.

 

“Sebagian besar kematian akibat campak disebabkan oleh komplikasi seperti diare, pneumonia, dan ensefalitis. Itu sebabnya vaksinasi sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih parah,” jelasnya.

 

Kemenkes juga memperkuat surveilans untuk mendeteksi dini kasus campak. Definisi operasional yang digunakan adalah minimal adanya gejala demam dan ruam merah, sehingga langkah cepat bisa diambil guna memutus rantai penularan.

Pesan Kemenkes jelas: jangan tunda imunisasi campak. Dengan melengkapi jadwal vaksinasi, orang tua telah memberikan perlindungan terbaik untuk anak mereka dari salah satu penyakit paling menular di dunia.

Halaman Selanjutnya
img_title