6 Cara Ibu Tangguh Hadapi Hari Terburuk, Terbukti Ampuh

Ibu bahagia, anakpun lebih bahagia.
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/side-view-mother-with-newborn-baby_38879067.htm

3.     Jauhi Media Sosial dan Berita Negatif Sementara Waktu

img_title Membangun Ketahanan Tubuh dan Stamina Anak Melalui Aktivitas Edukatif

Saat mental sedang rentan, hal terakhir yang kamu butuhkan adalah melihat kehidupan sempurna orang lain di Instagram atau membaca berita-berita menyedihkan di TV. Media sosial dan berita negatif bisa jadi pemicu yang memperburuk mood kamu.

Berikan diri kamu detox digital sementara. Gunakan waktu itu untuk aktivitas yang lebih menyegarkan, menulis jurnal, mendengarkan musik favorit, atau sekadar duduk diam sambil menikmati secangkir teh hangat.

img_title Mengapa Citra Tubuh Positif Penting untuk Remaja?

Percayalah, dunia tidak akan berubah drastis dalam beberapa hari tanpa update dari media sosial. Tapi kesehatan mentalmu bisa membaik secara signifikan.

4.     Prioritaskan Istirahat Tanpa Rasa Bersalah

img_title Sinyal Bahaya Eating Disorder pada Remaja yang Sering Terabaikan

“Istirahat bukanlah hadiah atas pekerjaan yang telah selesai, melainkan suatu keharusan agar pekerjaan dapat dilakukan dengan baik.” Istirahat bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan, terutama saat kamu sedang dalam mode bertahan hidup.

Jika tubuh meminta tidur siang, turuti. Jika kamu butuh rebahan sambil nonton film bareng anak-anak daripada mengerjakan pekerjaan rumah tangga, lakukan itu. Jika kamu perlu mandi air hangat yang lama sambil nangis, silakan.

Istirahat berkualitas akan membantu sistem saraf kamu reset dan memberikan energi yang diperlukan untuk menghadapi tantangan berikutnya.

 5.     Izinkan Diri untuk Berduka

Saat hidup terasa berat, ada banyak hal yang perlu kita lepaskan, harapan yang tidak terwujud, rencana yang berantakan, atau bahkan versi ideal diri kita sebagai ibu. Dan semua itu butuh proses berduka.

Berduka bukan berarti kamu lemah atau dramatic. Ini adalah proses alami untuk melepaskan dan menerima kenyataan yang tidak sesuai harapan. Berikan diri kamu waktu untuk merasakan sedih, marah, atau frustrasi tanpa harus langsung move on.

Mungkin kamu butuh seminggu untuk merasa sedih, atau mungkin sebulan. Tidak apa-apa. Setiap orang punya timeline yang berbeda.

6.     Minta Bantuan Tanpa Merasa Bersalah

Ini mungkin yang paling sulit bagi banyak ibu, mengakui bahwa kita butuh bantuan. Entah karena merasa harus bisa handle semuanya sendiri, atau takut dianggap gagal, atau khawatir merepotkan orang lain.

Halaman Selanjutnya
img_title