Bicara dengan Anak Tanpa Berantem, Pakai Teknik I Message

Berbicara dengan anak tanpa menghakimi membuat anak lebih terbuka.
Sumber :
  • https://pixabay.com/id/photos/ibu-dan-anak-wanita-dua-gaya-hidup-3281388/

Parenting, VIVA Mindset –  Lelahkah kamu karena sudah menasihati anak tapi mereka justru membantah atau mengulangi kesalahan yang sama? Atau saat kamu marah, anakmu jadi takut dan menutup diri? Sepertinya cara komunikasimu yang perlu diperbaiki.

img_title Penerapan Pengasuhan Positif dalam Membentuk Karakter dan Perkembangan Otak Anak Usia Dini

​Dilansir dari @coretannyamama di Instagram, orang tua tanpa sadar sering berbicara dengan cara yang membuat anak merasa diserang dan disalahkan. Padahal tujuan kita hanya satu: supaya anak sadar dan mau berubah. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Anak merasa tidak dicintai dan tidak dimengerti, sehingga ia enggan mendengarkan.

1.   Kenapa Teknik I-Message Sangat Penting?

img_title Mengubah Pola Pengasuhan Anak Remaja: Menjadi Mentor dan Membangun Kemandirian Masa Depan

Ada satu teknik komunikasi yang bisa mengubah segalanya, namanya I-Message. Teknik ini membuatmu fokus pada perasaan, harapan, dan kebutuhanmu sebagai orang tua, bukan menyalahkan anak.

Ketika kamu menggunakan I-Message, kamu bisa menyampaikan pesan tanpa membuat anak merasa dihakimi atau disalahkan. Hasilnya? Anak akan lebih terbuka, lebih mau mendengarkan, dan perlahan belajar bertanggung jawab atas perilakunya.

img_title Benarkah Bayi Lahir Caesar Lebih Mudah Sakit? Ini Penjelasan Medisnya

2.   ​I-Message dalam Kehidupan Sehari-hari

Bagaimana cara menerapkan I-Message? Gampang, awali kalimatmu dengan "Aku merasa...", "Aku butuh...", atau "Aku ingin...". Coba bandingkan dua contoh ini:

Contoh 1: Anak berisik saat kamu sedang bekerja.

Pernyataan yang menyalahkan: "Kamu tuh berisik banget! Enggak bisa diam, ya?" (Ini membuat anak merasa diserang dan dicap nakal.)

Pernyataan dengan I-Message: "Aku jadi enggak bisa konsentrasi kerja kalau dengar suara keras. Aku butuh ketenangan supaya pekerjaanku cepat selesai." (Ini menjelaskan kebutuhanmu tanpa menyalahkan anak.)

Contoh 2: Anak menunda-nunda beres-beres mainan.

Pernyataan yang menyalahkan: "Kamu tuh malas banget sih! Mainanmu berantakan terus!" (Anak akan merasa dicap malas dan enggan menuruti perintahmu.)

Pernyataan dengan I-Message: "Aku sedih lihat mainanmu berserakan. Aku khawatir kamu bisa jatuh dan terluka. Aku harap kamu bisa bereskan mainanmu sekarang, ya." (Ini menunjukkan perasaanmu dan harapanmu dengan lembut.)

​I-Message adalah kunci untuk membangun komunikasi yang sehat dengan anak. Dengan teknik ini, kamu tidak hanya mendidik mereka untuk berperilaku lebih baik, tetapi juga mengajari mereka memahami perasaan orang lain.

Halaman Selanjutnya
img_title