10 Cara Atasi Anak Keras Kepala
- https://pixabay.com/id/photos/anak-laki-laki-emosi-menangis-991230/
7. Ajak Berdiskusi
Tidak semua kemauan anak harus dituruti. Ajaklah berdiskusi agar anak belajar mempertimbangkan. Misalnya si kecil minta dibelikan es krim. Coba diskusikan manfaat es krim baginya terlebih dahulu. Ada kemungkinan setelah berdiskusi denganmu dia akan memilih jenis minuman yang lain.
8. Buatlah Lingkungan yang Menyenangkan
Lingkungan yang menyenangkan dan memberi contoh yang baik membuat anak nyaman. Anak dapat mengelola emosinya juga. Namun jika orangtua sering bertengkar, berteriak-teriak, membuatnya tidak nyaman dan menjadi keras kepala.
Anak yang keras kepala mungkin memiliki alasan di balik sikapnya. Coba pahami sudut pandangnya. Misalnya anak tidak mau mengerjakan PR, jangan langsung memarahinya. Tanyakan, "Kenapa kamu belum mau kerjakan PR-nya? Ada yang sulit, ya?" Ajak dia berdiskusi dan tawarkan bantuan. Bisa jadi, dia memang kesulitan dan merasa malu untuk bilang.
10. Berperilaku Baik
Jangan gunakan kekerasan fisik padanya. Misalnya mencubitnya ketika dia tidak mau makan. Hal ini akan diserap dalam ingatan dan dilakukan di masa depan. Maka biasakan berlaku baik agar anak mencontohnya.
Mendidik anak yang keras kepala memang butuh kesabaran ekstra. Pendekatan yang tepat dapat mengatasi sikapnya. Sekaligus membangun hubungan yang lebih kuat dan penuh kasih sayang dengannya. Jadilah contoh yang baik dan terus berikan dukungan.