7 Lagu Terbaik Idgitaf untuk Menemanimu Melewati Quarter Life Crisis
- https://www.instagram.com/idgitaf
Musik, VIVA Mindset – Memasuki usia 20-an sering kali terasa seperti berjalan di dalam kabut. Ada tuntutan karier, ekspektasi keluarga, hingga perbandingan diri dengan pencapaian orang lain di media sosial. Fenomena ini kita kenal sebagai Quarter-Life Crisis. Di tengah hiruk-pikuk kecemasan tersebut, musik sering kali menjadi "rumah" untuk pulang. Salah satu musisi yang paling jujur dalam memotret fase ini adalah Idgitaf.
Mengenal Sosok di Balik Lirik yang Jujur
Lahir dengan nama lengkap Brigitta Sriulina Beru Meliala pada 15 Mei 2001 di Tangerang, musisi yang akrab disapa Gita ini memilih nama panggung Idgitaf, singkatan dari "I don't give a tck about fame". Kalimat tersebut bukan sekadar nama, melainkan prinsip dalam berkarya, mengutamakan kejujuran rasa di atas sekadar popularitas.
Meskipun ia merupakan lulusan Bahasa dan Kebudayaan Korea dari Universitas Indonesia dan putri dari pakar kriminologi ternama, Adrianus Eliasta Sembiring Meliala, Gita membangun jalannya sendiri. Dimulai dari konten kreator di TikTok pada tahun 2020, ia kini bertransformasi menjadi salah satu solois pop-alternatif paling berpengaruh. Puncaknya, pada akhir 2025, ia berhasil menjadi penyanyi Indonesia dengan pendengar terbanyak di Spotify, membuktikan bahwa lirik yang personal justru bersifat universal.
Bagi kamu yang sedang merasa "tersesat" di usia 20-an, berikut adalah 7 lagu pilihan Idgitaf yang siap memeluk lukamu,
1. Takut
Lagu ini adalah "anthem" resmi bagi siapa pun yang sedang berada di persimpangan menuju kedewasaan. Melalui Takut, Gita menyuarakan kecemasan tentang waktu yang berjalan terlalu cepat dan tuntutan dunia yang semakin berat. Lagu ini mengingatkan kita bahwa tidak apa-apa untuk merasa gentar menghadapi ketidakpastian.
2. Satu-Satu
Dari album perdana Mengudara (2023), lagu ini hadir sebagai pengingat bahwa pemulihan tidak bisa dipaksa. Satu-Satu mengajak kita merakit kembali kepingan diri yang sempat hancur akibat trauma masa lalu. Langkah kecil tetaplah sebuah kemajuan, dan masa depan yang lebih baik dimulai dari kerelaan untuk sembuh perlahan.
3. Berakhir di Aku
Lagu ini menyentuh isu yang sangat relevan bagi banyak anak muda Indonesia, sandwich generation. Idgitaf dengan berani mengangkat tema tentang memutus rantai trauma keluarga. Lagu ini adalah bentuk kekuatan bagi mereka yang bertekad agar kepedihan yang dirasakan orang tua tidak berlanjut ke generasi berikutnya.